TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta menjadikan kawasan Tambora dan Cakung sebagai prioritas penataan wilayah karena tingginya kepadatan penduduk serta risiko kebakaran yang terus berulang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kedua kawasan tersebut membutuhkan perhatian khusus dalam program penataan kota yang sedang disiapkan Pemprov DKI.
Menurutnya, kepadatan permukiman menjadi salah satu faktor yang membuat risiko kebakaran di wilayah tersebut relatif tinggi dibandingkan kawasan lain di Jakarta.
“Jadi Tambora termasuk Tambora, Cakung, dan sebagainya termasuk daerah yang mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah DKI Jakarta karena memang tingkat kepadatannya tinggi banget,” ucapnya dikutip Sabtu (6/6/2026).
Pramono menilai tingginya angka kebakaran di kawasan padat penduduk menjadi alarm bagi pemerintah untuk mempercepat penataan lingkungan permukiman.
Ia menyebut Tambora merupakan salah satu wilayah yang paling sering mengalami kebakaran dalam beberapa tahun terakhir.
“Kebakaran paling salah satu yang tinggi adalah di Tambora. Nah itu yang kemudian akan kami tata kembali,” ujarnya.
Meski status kawasan kumuh berat telah hilang berdasarkan pendataan BPS, Pemprov DKI menilai masih ada sejumlah wilayah yang membutuhkan intervensi khusus.
Penataan yang dilakukan nantinya tidak hanya menyasar aspek fisik lingkungan, tetapi juga bertujuan mengurangi risiko bencana perkotaan seperti kebakaran.
Kawasan dengan tingkat kepadatan tinggi dinilai memiliki kerentanan lebih besar terhadap penyebaran api ketika terjadi kebakaran.
Karena itu, Pemprov DKI berupaya melakukan penataan secara bertahap agar kualitas lingkungan permukiman semakin baik dan keamanan warga lebih terjamin.
Pramono menegaskan penataan kawasan padat penduduk akan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah ke depan.
Selain memperbaiki kualitas permukiman, langkah tersebut juga diharapkan mampu menekan potensi kebakaran yang kerap terjadi di wilayah padat seperti Tambora dan Cakung.
Dengan penataan yang lebih baik, kawasan-kawasan tersebut diharapkan menjadi lingkungan yang lebih aman, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.
Baca juga: Penyintas Kebakaran Tamansari Dapat Sapi Kurban dari Gubernur Pramono
Baca juga: Salat Iduladha di Balai Kota Jakarta, Rano Karno di Saf Depan Tanpa Gubernur Pramono
Baca juga: Tekanan Global Hantam Ekonomi, Pramono Fokus Program Prioritas di APBD 2027