Tawarkan Surat Utang Lagi, Purbaya Akan ke China dan Inggris, Sampai Mei Sudah Tarik Utang Rp386 T
Juang Naibaho June 06, 2026 11:54 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Sejak Januari hingga Mei 2026, pemerintah sudah menarik utang baru sebesar Rp 386 triliun. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penarikan utang tersebut menjadi bagian dari strategi pembiayaan APBN yang dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan kondisi pasar keuangan dan kebutuhan likuiditas pemerintah. 

Rencananya, Purbaya akan bertolak ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026 untuk menawarkan instrumen surat utang Indonesia kepada investor global.

Purbaya mengatakan, ia akan bertolak ke China pada 16 Juni 2026. 

Kunjungan itu dilakukan untuk memperkenalkan rencana penerbitan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond kepada investor. 

“Minggu depan saya akan ke China. Tanggal 16 (Juni) ke China untuk promosi Panda Bond,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). 

Baca juga: Usai Bebas 4 Tahun Dipenjara Kasus Pemerkosaan, Perwira Polisi di Jambi Melenggang Aktif Dinas Lagi

Setelah dari China, Purbaya akan melanjutkan lawatan ke Inggris. 

Ia akan bertemu investor dan menyampaikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat. 

“Untuk meyakinkan bahwa memang kita menjalankan kebijakan ekonomi yang baik,” ujarnya. 

Menurut Purbaya, rangkaian kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas basis investor. 

Langkah tersebut juga mendukung strategi diversifikasi sumber pembiayaan negara melalui penerbitan surat utang. 

Sebelumnya, Purbaya menargetkan penerbitan Panda Bond dapat direalisasikan pada Juni 2026. 

Ia mengaku telah menerima laporan dari Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto terkait persiapan penerbitan instrumen tersebut. 

Penerbitan Panda Bond menjadi salah satu strategi diversifikasi pembiayaan. 

Strategi itu ditempuh agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN tidak bergantung pada satu sumber pendanaan tertentu. 

Bank Indonesia atau BI sebelumnya menyatakan mendukung penerbitan instrumen keuangan berdenominasi renminbi.

Instrumen tersebut mencakup Panda Bond dan Dim Sum Bond oleh pemerintah Indonesia. 

Dukungan itu diberikan untuk mendorong pendalaman pasar valuta asing atau valas domestik. 

Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta bulan lalu mengatakan, penerbitan Panda Bond dapat menjadi alternatif penempatan renminbi. 

Menurut Thomas, instrumen tersebut juga dapat memperkuat likuiditas mata uang China di pasar domestik. 

Thomas menambahkan, BI juga memanfaatkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI.

BI turut mendukung penyediaan Surat Berharga Negara atau SBN di pasar offshore sebagai alternatif penempatan likuiditas rupiah di pasar luar negeri. (*/tribunmedan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.