SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Polisi kembali menangkap satu pelaku dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan sopir truk, Yepran Firmansyah (33), usai mengantre BBM di SPBU Jalan HM Noerdin Panji, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Pelaku yang ditangkap berinisial F alias Ferdi, yang sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Dengan penangkapan tersebut, hingga Sabtu (6/6/2026), polisi telah mengamankan tiga orang tersangka, sementara satu pelaku lainnya berinisial Y alias W masih dalam pengejaran.
Polisi memastikan jumlah pelaku pengeroyokan berjumlah total 4 orang, bukan 7 orang seperti pada informasi yang beredar sebelumnya.
Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andrian mengatakan Ferdi berhasil ditangkap pada Kamis (4/6/2026) malam.
"Iya, kami berhasil mengamankan satu orang lagi sekitar pukul 21.30 WIB berinisial F. Jadi sudah ada tiga orang yang berhasil kami amankan," kata Alex saat rilis di Polda Sumsel, Jumat (5/6/2026).
Menurut Alex, Ferdi berperan turut serta dalam pengeroyokan terhadap korban dengan menggunakan senjata tajam sebanyak satu kali.
Sementara pelaku Y yang masih buron diduga ikut memukul korban dan merusak kendaraan milik korban.
Alex menjelaskan, peristiwa bermula saat korban terlibat cekcok dengan tersangka utama Ongki Saputra dan Ferdi akibat persoalan antrean BBM di SPBU.
Merasa sakit hati setelah pertengkaran tersebut, Ongki dan Ferdi pulang ke rumah masing-masing untuk mengambil senjata tajam berupa pisau dan parang.
Keduanya juga menghubungi rekan-rekannya untuk membantu melakukan aksi balasan terhadap korban.
"Karena sakit hati usai cekcok tersebut, keduanya pulang ke rumah masing-masing dan mengambil sajam berupa pisau dan parang. Di perjalanan pelaku menghubungi rekan-rekannya kalau mereka hendak membalas korban," jelas Alex.
Setelah berkumpul bersama beberapa rekannya, termasuk AP dan Y, para pelaku kembali ke lokasi SPBU untuk memastikan korban masih berada di sana.
Saat melihat korban masih menunggu pengisian BBM di dalam truknya, para pelaku langsung melakukan penyerangan secara bersama-sama.
Korban yang mengalami luka kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan mengemudikan truknya menjauh dari lokasi kejadian.
Namun saat melarikan diri, truk korban sempat menabrak sepeda motor milik Ongki sebelum akhirnya terhenti di jalan raya karena kondisi lalu lintas yang macet.
"Saat mau kabur truk korban menabrak motor pelaku O, kemudian lari ke jalan raya. Nahasnya saat itu karena kondisi jalan masih macet sehingga kendaraannya terhenti. Pelaku O naik ke truk lalu menusuk korban berkali-kali ke tubuh dan kepala hingga korban bersimbah darah," ungkap Alex.
Polisi saat ini masih memburu pelaku Y alias W yang masuk DPO. Sementara terkait kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat, penyidik masih terus melakukan pendalaman.
"Untuk sementara ini yang bisa kami pastikan ada empat orang pelaku," tegas Alex.
Rekaman CCTV
Detik-detik peristiwa pengeroyokan yang dialami sopir truk ketika mengantre di SPBU Jalan HM Noerdij Pandji, Kecamatan Sukarami, Palembang pada Selasa (2/6/2026) malam.
Korban meninggal dunia tak lama setelah tiba di rumah sakit.
Korban bernama Yepran Firmansyah (33) warga Komplek BSA, Jalan Tanjung Api-Api, Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.
Peristiwa itu terekam kamera CCTV di dalam kawasan SPBU.
Dari rekaman CCTV yang diterima, truk warna kuning milik korban terlihat masih menunggu giliran mengisi BBM.
Tampak suasana SPBU masih ramai, dimana banyak kendaraan lain yang sedang mengantre.
Kemudian ada pengendara motor yang berboncengan yang setop di depan toilet. Setelahnya, motor tersebut berbalik arah sambil melintas di depan truk korban.
Sekitar enam hingga tujuh orang terlihat berlari ke arah truk korban dan menyerang dari depan dan samping.
Korban yang panik langsung berusaha menyelamatkan diri dan meninggalkan lokasi menggunakan truk.
Namun para pelaku terus melakukan pengejaran. Dalam kondisi mengalami luka serius, truk yang dikendarai korban akhirnya berhenti di seberang SPBU setelah menabrak.
Para pelaku diduga kembali melakukan penyerangan terhadap korban hingga terkapar tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.
Rekan korban dan sejumlah saksi segera memberikan pertolongan serta membawa korban ke Rumah Sakit Myria Palembang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk yang mengenai bagian dada, rusuk, punggung, dan lengan kanan.