TRIBUNNEWSMAKER.COM - Suasana dini hari yang biasanya lengang di kawasan Tegalrejo mendadak berubah mencekam pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 02.40 WIB.
Aksi tawuran yang terjadi di area depan SDN Tegalrejo hingga TPS Samborejo membuat warga sekitar terkejut dan merasa resah.
Keributan tersebut berlangsung saat sebagian besar warga tengah beristirahat, sehingga suara gaduh yang muncul dari jalanan menjadi perhatian banyak orang.
Sejumlah kelompok remaja diduga terlibat dalam bentrokan yang terjadi di beberapa titik sepanjang lokasi kejadian.
Situasi semakin memanas ketika rekaman CCTV yang terpasang di Jalan KH Ahmad Dahlan mulai mengungkap sejumlah fakta terkait peristiwa tersebut.
Dikutip dari Instagram @pekalonganinfo, Sabtu (6/6/2026), dalam rekaman kamera pengawas di depan Indomaret KH Ahmad Dahlan, terlihat seorang yang diduga terlibat dalam tawuran mendatangi area tempat berjualan kelapa.
Orang tersebut kemudian diduga mengambil dua buah pisau pengupas kelapa atau pangot yang berada di lokasi.
Peristiwa itu menambah keresahan warga karena benda tajam tersebut dikhawatirkan digunakan dalam aksi yang berlangsung pada malam itu.
Di tengah kekacauan yang terjadi, seorang warga juga mengaku menjadi korban saat hendak pulang usai nongkrong bersama teman-temannya.
Baca juga: Viral Terekam CCTV! Pria Misterius Nekat Bobol Toko di Buaran Pekalongan, Gagal Masuk Lalu Kabur
Menurut keterangan yang beredar, warga tersebut sebenarnya berusaha menjauh dan menghindari area tawuran demi keselamatannya.
Namun nasib berkata lain ketika ia justru berpapasan dengan sekelompok remaja yang berada di sekitar lokasi keributan.
Korban disebut mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan hingga kehilangan kendali atas sepeda motor yang dikendarainya.
Akibat insiden tersebut, motor korban terjatuh di tengah situasi yang sedang kacau.
Dalam kondisi panik dan penuh ketidakpastian, kendaraan yang terjatuh itu kemudian dibawa oleh sekelompok remaja yang berada di lokasi.
Motor yang dilaporkan hilang tersebut merupakan Honda Beat berwarna oranye dengan nomor polisi G 2795 ARB.
Baca juga: Akhir Kasus Pencurian Cooler Box di Warung Pekalongan, Pelaku Kini Kembalikan Barang & Minta Maaf
Peristiwa itu membuat pemilik kendaraan harus menanggung kerugian sekaligus keresahan setelah motornya tak lagi berada di tempat kejadian.
Sementara itu, pemilik pangot yang diduga ikut terbawa dalam insiden tersebut juga berharap barang miliknya dapat kembali.
Hingga kini, baik pemilik kendaraan maupun pemilik alat pengupas kelapa masih menunggu adanya itikad baik dari pihak yang membawa barang-barang tersebut.
Warga sekitar berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi karena selain mengganggu ketertiban umum, aksi tawuran juga berpotensi menimbulkan korban dan kerugian yang lebih besar.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa aksi kekerasan di jalanan tidak hanya membahayakan para pelaku, tetapi juga dapat merugikan masyarakat yang sama sekali tidak terlibat dalam keributan tersebut.
(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)