Menkeu dan Gubernur BI Targetkan Rupiah Menguat, Masyarakat akan Rasakan Dampak
Dian Anditya Mutiara June 06, 2026 12:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sepakat menargetkan penguatan nilai tukar rupiah melalui sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan yang difasilitasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Purbaya mengatakan, langkah tersebut ditujukan untuk mengembalikan kepercayaan pasar sekaligus memperkuat nilai tukar rupiah dalam waktu dekat.

"Dan tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh, itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai tukar rupiah sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan dari level yang lebih tinggi dari sekarang," kata Purbaya.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 18 Ribu, Bimbim Slank Bicara soal Isu Kerusuhan 1998

Menurutnya, koordinasi yang lebih erat antara pemerintah dan bank sentral diharapkan memberikan dampak langsung terhadap sektor riil dan mendorong pemulihan ekonomi secara menyeluruh.

UMKM dan Masyarakat Jadi Fokus

Purbaya mengungkapkan pelemahan rupiah selama ini telah meningkatkan biaya produksi bagi pelaku usaha, terutama UMKM yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Ia mencontohkan para pedagang tahu dan tempe yang menghadapi penurunan margin keuntungan atau terpaksa menaikkan harga akibat mahalnya bahan baku impor.

"Yang penting adalah kita ingin melihat dampak ke masyarakat yang positif dari rupiah itu. Saya dengar penjual tempe, penjual tahu, sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor," ujarnya.

Baca juga: Respon Purbaya Soal Mundur dari Menkeu saat Rupiah Tembus Rp 18.000 per USD

Karena itu, pemerintah meyakini kebijakan yang lebih terkoordinasi akan menciptakan nilai tukar yang lebih stabil sehingga dapat membantu menekan beban biaya hidup masyarakat.

"Dengan nanti kebijakan lebih bagus itu kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik," tambahnya.

Strategi BI Tarik Modal Asing

Dari sisi moneter, Perry Warjiyo menjelaskan bahwa BI telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung penguatan rupiah.

Salah satu fokus utama adalah meningkatkan daya tarik investasi portofolio agar aliran modal asing kembali masuk ke pasar domestik.

"Yang pertama adalah meningkatkan daya tarik atau imbal hasil supaya portofolio inflows kembali masuk. Dengan kenaikan bunga luar negeri memang itu ada outflows," jelas Perry.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp18.000, Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Figur Ideal Menkeu Ganti Purbaya

Selain itu, BI juga berkomitmen menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan nasional.

"Nomor dua adalah sama-sama menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan cara pengelolaan kas pemerintah tetap di BI," tegasnya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Konsolidasi lintas sektor ini dilakukan sebagai respons pemerintah terhadap dinamika ekonomi global yang dalam beberapa waktu terakhir memberi tekanan terhadap nilai tukar rupiah. (*)

Sumber: Tribunnews.com/Igman Ibrahim

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.