Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Alfiani Salatta Soroti Ancaman Krisis Iklim dan Kerusakan Alam
Regina Goldie June 06, 2026 02:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Anggota Komisi III DPRD Sulawesi Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Alfiani Eliata Salatta, mengajak seluruh pihak memperkuat komitmen dalam mengatasi krisis iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni.

Pernyataan tersebut disampaikan Alfiani usai menghadiri kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah di kawasan Pantai Kampung Nelayan, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (5/6/2026).

Menurut Alfiani, berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

Ia menilai peningkatan alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko bencana banjir di berbagai wilayah.

"Peningkatan alih fungsi lahan mengakibatkan banjir," ujarnya.

Selain itu, Alfiani juga menyoroti persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan besar dalam pengelolaan lingkungan.

Baca juga: Hanya Miliki 12 Siswa, Kelulusan di SMPN 4 Tiloan Buol Capai 100 Persen

Menurutnya, penanganan sampah harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Di sektor kelautan, Alfiani mengingatkan dampak pencemaran yang terjadi di wilayah pesisir dan laut.

Ia mengatakan pencemaran tidak hanya merusak kualitas lingkungan, tetapi juga mengganggu keseimbangan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir.

"Pencemaran wilayah pesisir dan laut berdampak pada keseimbangan ekosistem dan mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan," katanya.

Alfiani juga menyoroti dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir.

Menurutnya, kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim berpotensi mengancam permukiman warga sekaligus memengaruhi ketahanan pangan.

"Perubahan iklim berdampak pada peningkatan muka air laut yang mengancam masyarakat pesisir dan ketahanan pangan," ujarnya.

Baca juga: Bupati Sigi Lepas Pawai Taaruf MTQ XXXI Sulteng, Gaungkan Syiar Al-Quran dan Moderasi Agama

Selain itu, ia menilai deforestasi atau penggundulan hutan masih menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan sumber daya alam dan keseimbangan lingkungan.

Karena itu, Alfiani mengingatkan agar upaya pembangunan dan pemenuhan kebutuhan ekonomi tidak dilakukan dengan mengorbankan kelestarian lingkungan.

Ia menegaskan bahwa alasan ekonomi maupun kebutuhan pangan tidak boleh menjadi pembenaran untuk merusak alam.

"Alasan ekonomi dan pangan jangan sampai merusak alam. Jika itu terjadi, generasi kita akan kehilangan masa depan," tegasnya.

Alfiani berharap momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan serta memperkuat upaya menghadapi krisis iklim dan menjaga keanekaragaman hayati di Sulawesi Tengah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.