Dukung Pendidikan Vokasi, Bogasari Latih Guru Kuliner di Kediri Olah Bahan Pangan Lokal
Titis Jati Permata June 06, 2026 02:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA- Bogasari Baking Center (BBC) Surabaya kembali memperkuat kompetensi guru kuliner melalui pelatihan pembuatan makanan sehat bagi enam guru SMKN 3 Kediri.

Program ini menjadi bagian dari kerja sama pengembangan pendidikan vokasi dan Teaching Factory (TEFA) yang ditargetkan menjangkau ratusan siswa jurusan kuliner.

Pelatihan gelombang kedua tersebut berlangsung selama dua hari, 3-4 Juni 2026, di Bogasari Baking Center Surabaya.

Baca juga: Bogasari Dampingi Siswa SMK Produksi 3.000 Toples Kue Kering

Para peserta mempraktikkan enam resep makanan sehat, yakni Whole Wheat Toast, Vegan Bread Blueberry Oat Milk Custard, Korean Garlic Cheese Bread, Donat Tape, Pumpkin Cotton Roll Cake, dan Cassava Cake.

Menariknya, tiga resep terakhir memanfaatkan bahan pangan lokal seperti tape singkong, singkong, dan labu kuning sebagai bentuk penguatan kearifan lokal dalam pengolahan makanan berbasis tepung terigu.

Pelatihan untuk Guru

Bagus Tri Ardiyanto, Manajer Human Resource Divisi Bogasari pabrik Surabaya mengatakan sebelumnya pelatihan tahap pertama sudah digelar 28-29 Januari 2026 lalu, yang juga diikuti 6 guru berbeda dengan tema pelatihan Pembuatan Makanan Kekinian.

Ada 6 resep yang dilatih saat itu, yaitu Bomboloni Mochi, Croisant, Fruit Danish, Brownies Burn Cheese Cake, Rose Lychee Pudding, Matcha Cotton Roll Vake.  Keseluruhan materi pelatihan ini dipandu langsung Hadi Haudi, chef senior dari Bogasari Baking Center. 

“Jadi total sudah 12 guru jurusan kuliner dari SMKN 3 Kediri yang dilatih di Bogasari Baking Center,” sebut Bagus Tri Ardiyanto, Manajer Human Resource Divisi Bogasari pabrik Surabaya, dalam siaran pers yang dikirimkan ke SURYA.co.id, Jumat (5/6/2026). 

Disesuaikan Kebutuhan Sekolah

Ia menambahkan, rencananya akan dilakukan pelatihan gelombang ketiga pada semester baru nanti.

“Tema pelatihan tetap disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dalam rangka pengajaran dan potensi pengembangan produk Teaching Factory (TEFA) SMKN 3 Kediri,” jelasnya.

Bogasari Mengajar ini rencananya akan digelar selama MoU 1 tahun dengan SMKN 3 Kediri adalah validasi kurikulum Project Based Learning melalui program Teaching Factory, penyelenggaraan program Magang Guru, Praktik Kerja Lapangan (PKL), pengadaan Guru Tamu (Guest Speaker) terkait teknologi terkini dalam industri Bakery, dan kunjungan industri untuk guru dan siswa.

“Harapan kami semua poin dalam kesepakatan bersama ini bisa dipenuhi Bogasari sebelum kerja sama berakhir,” ucap Bagus.

Inovasi Resep dengan Kearifan Lokal

Sementara itu, Chef Hadi Haudi dari BBC mengatakan bogasari memiliki banyak inovasi resep yang mengandung kearifan lokal.

Misalnya resep Flaky Taro yang menggunakan talas, Burnt Fermented Casava Chese Cake (tape singkong), Banana Brownies Cake (buah pisang), Crunchy Durian Choux Paste (buah durian), Donat Telo (ubi ungu), dan masih banyak lagi. 

“Yang pasti kelebihan tepung terigu adalah mudah dan potensial untuk diolah dengan panganan lokal nusantara. Terigu sangat bagus untuk mengangkat derajat ekonomi produk pertanian lokal kita. Dan tidak sedikit UKM mitra Bogasari yang berhasil menjadikannya sebagai piluhan usaha, bahkan oleh-oleh khas daerah,” tegas Chef Hadi yang sudah hampir 2 dekade mengolah aneka resep makanan berbasis terigu.

Materi Pelatihan Ditransfer ke Siswa

Koordinator Guru Kuliner SMKN 3 Kediri, Agus Syafruddin, menegaskan seluruh materi pelatihan akan ditransfer kepada 432 siswa jurusan kuliner secara bertahap sesuai jenjang pendidikan.

Kelas XI nantinya akan lebih fokus pada materi fusion pastry dan bakery, sedangkan kelas XII mempelajari produk bakery untuk kebutuhan khusus, termasuk menu diet.

“Kami mendapatkan banyak teknik dan ilmu baru dari sisi industri pastry dan bakery. Pengetahuan ini penting untuk diketahui dan dikuasai para siswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja,” ujar Agus.

Guru yang telah mengajar selama 22 tahun itu menambahkan, materi dari Bogasari juga akan dimanfaatkan untuk mengembangkan produk Teaching Factory Kuliner “Adiwangsa” di sekolah.

Produksi Kue Kering Lebaran

Salah satu keberhasilan TEFA terjadi saat Ramadan lalu ketika siswa memproduksi sekitar 700 toples kue kering seperti nastar, chocochip, lidah kucing, dan cokelat karamel.

Produk tersebut dipasarkan langsung oleh siswa dan berhasil mencatat omzet sekitar Rp 35 juta.

Ke depan, SMKN 3 Kediri juga berencana mengembangkan sejumlah produk inovatif seperti Donat Prasmanan yang memungkinkan pembeli memilih topping sendiri, serta Mie Sehat berbahan campuran terigu dan bayam dengan topping ayam pedas yang menjadi salah satu menu favorit siswa.

“Tujuan utamanya bukan semata omzet, tetapi melatih kemampuan dan jiwa kewirausahaan siswa agar mereka memiliki bekal membuka usaha setelah lulus,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.