TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI menyatakan sama sekali tidak membenarkan adanya operasi pengintaian oleh institusi mereka terhadap sejumlah aktivis sipil di Tanah Air.
“Tidak ada,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah saat dikonfirmasi Tribunnews terkait adanya warga sipil yang dikuntit dan kediamannya diintai oleh oknum diduga TNI, Sabtu (06/06/2026).
Terkait dugaan itu, Nasrullah menganjurkan agar data dan informasinya disampaikan kepada pihak TNI untuk ditindaklanjuti. “Terkait identifikasi, ini kan dugaan. Kalau ada datanya, silakan infokan. Pastinya TNI akan menindaklanjuti,” ucapnya.
Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi mengalami teror yang diduga dilakukan oleh aparat militer.
Teror itu terjadi sejak bulan Meli lalu. Rumah dan keluargannya diintai oleh orang tidak dikenal (OTK). Selama itu juga Islah sudah mengumpulkan sejumlah bukti lewat foto dan rekaman video.
Ia menduga total ada 9 OTK yang mengintai. Beberapa di antaranya sudah diidentifikasi dan hasilnya menunjukan OTK tersebut berasal dari institusi militer.
“Ada beberapa gambar yang sudah kita dapatkan, enam orang itu ternyata teridentifikasi sebagai anggota TNI. Saya perjelas, anggota TNI,” jelas Islah saat diwawancarai di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jumat (05/06/2026).
Baca juga: Islah Bahrawi Ungsikan Keluarga ke Luar Pulau dan Luar Negeri Setelah Dikuntit Orang Tak Dikenal
“Tapi lebih jauh dari itu kita belum bisa menjelaskan ini di kesatuan mana, di satuan kerja yang mana,” sambung dia. Meski keluarga telah dievakuasi, Islah mengaku aktivitas pengintaian masih terus berlangsung.
Hingga 1 Juni, Islah mengaku masih menemukan orang yang memotret dan merekam rumahnya.
Diduga Diintai karena Kritik Pemerintah
Islah menduga pembuntutan dan pengawasan yang dialaminya berkaitan dengan sikap kritis yang selama ini ia sampaikan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.
“Suara-suara kritis di media sosial, juga di banyak kesempatan saya selalu mengkritisi pemerintah, terutama hal-hal yang menyangkut tidak pro rakyat,” jelasnya.
Baca juga: Warga Dapati OTK Diduga TNI Bawa Alat Intelijen saat Memantau Rumah Islah Bahrawi
Atas dugaan teror tersebut, Islah mengatakan akan berkoordinasi dengan sejumlah organisasi masyarakat sipil untuk melakukan investigasi lebih lanjut.
Ia juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa itu kepada aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun Polisi Militer TNI. “Kita akan berdiskusi ke mana arah laporan kita, bisa ke Polres atau ke Polda atau ke POM TNI,” pungkasnya.