Bikin Prihatin, Rusa di Taman Sriwedari Solo Makan Plastik di Tempat Sampah
muh radlis June 06, 2026 02:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sebuah foto yang memperlihatkan seekor rusa di kawasan Taman Sriwedari Kota Solo diduga sedang mengais sampah plastik menjadi perbincangan luas di media sosial.

Unggahan tersebut memicu keprihatinan publik dan memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan serta kondisi satwa yang selama ini menjadi salah satu daya tarik taman kota tersebut.

Foto rusa tersebut diunggah akun Instagram @diantarasolo pada Jumat (5/6/2026).

Dalam unggahan itu disebutkan bahwa rusa terlihat mencari makanan di antara tumpukan sampah.

Sejumlah warganet kemudian menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi satwa tersebut.

Menanggapi ramainya pembahasan di media sosial, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Maretha Dinar Cahyono, membenarkan bahwa satwa yang terlihat dalam foto merupakan rusa yang berada di kawasan Taman Sriwedari.

“Kalau dari gambarnya ya betul (rusa Taman Sriwedari) ya. Ini sudah koordinasi sama Dispangtan (Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan) ini tadi setelah adanya itu,” ujar Maretha kepada Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Janda Anak 5 Ternyata Ibu dari Bayi Laki-laki yang Dibuang di Juwana Pati

 

Pemkot Solo Koordinasi Cari Solusi Pengelolaan Rusa

Maretha mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispangtan) untuk membahas langkah penanganan yang tepat bagi rusa-rusa yang berada di Taman Sriwedari.

Menurutnya, pengelolaan satwa tersebut juga berkaitan dengan izin penangkaran yang telah diberikan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Terkait dengan nanti rusa-rusa itu mau seperti apa, karena kami juga sudah ada izin dari BKSDA terkait dengan penangkaran rusa. Lokasinya ada di Balekambang sama di Sriwedari,” katanya.

Saat ini, Pemkot Solo mulai mempertimbangkan pembangunan area khusus atau kandang sebagai lokasi yang lebih terkontrol untuk puluhan rusa yang ada di kawasan tersebut.

“Tadi kami komunikasi, Senin nanti kami koordinasi terkait bagaimana ini rusa-rusanya, apakah nanti akan dikandang sendiri, kemudian kami lokalisir, kemudian juga harus kami juga punya tempat dengan lokalisir sejumlah rusa kami ada 32,” ujarnya.

 

Opsi Lokalisasi untuk 32 Ekor Rusa

Disbudpar tengah mengkaji berbagai aspek teknis sebelum memutuskan bentuk penanganan yang akan diterapkan.

Salah satunya adalah menentukan apakah kawasan Sriwedari memiliki luasan yang memadai untuk menampung seluruh rusa dalam satu area khusus.

Selain itu, kebutuhan tempat berteduh dan fasilitas pendukung lainnya juga menjadi bagian dari pembahasan.

“Nanti mau lokalisirnya seperti apa, supaya layak, dengan luasan berapa, apakah kami cukup tempatnya di Sriwedari dengan luasan untuk 32 itu supaya mereka lebih bebas,” ungkapnya.

“Kemudian, apakah harus ada tempat untuk eyup-eyupnya (berteduh) atau mungkin rumah-rumahannya untuk mereka berteduh, dan lain sebagainya.

Senin kami koordinasi ke Dispangtan untuk teknis memelihara rusa di Sriwedari,” kata Maretha lagi.

 

Dilepasliarkan untuk Daya Tarik Wisata

Menurut Maretha, konsep pengelolaan rusa di Sriwedari selama ini berbeda dengan penangkaran tertutup.

Rusa sengaja dilepasliarkan agar masyarakat dapat melihat secara langsung dan menjadi daya tarik wisata gratis di tengah kota.

“Kalau rusa yang di Sriwedari dilepasliarkan.

Tujuannya kalau dulu memang untuk menarik pengunjung ya di situ. 

Karena wisata murah, gratis, sehingga warga atau masyarakat bisa kasih makan rusa di Sriwedari,” ujar Maretha.

Namun, hingga kini kawasan Sriwedari belum memiliki kandang permanen atau area khusus untuk menempatkan rusa pada malam hari.

“Belum ada tempat khusus untuk menahan rusanya, tempat khusus untuk rumah-rumahannya rusa itu. Kami enggak punya lokalisir rumah rusa itu untuk yang di Sriwedari, kami belum punya. Jadi mereka kalau malam ya tetep lepas liar sampai malam. Mereka karena tidak punya tempat khusus ya,” katanya.

 

Disbudpar Pastikan Rusa Diberi Pakan Setiap Hari

Disbudpar menegaskan bahwa rusa-rusa di Sriwedari tetap mendapatkan pakan secara rutin dari petugas.

Pemberian pakan dilakukan dua kali dalam sehari pada lokasi tertentu yang telah disiapkan.

“Kalau kami ada jadwal dua kali setiap hari. Kami kasih tempat satu lokasi gitu terus mereka rusanya datang.

Cuma kan mungkin sore juga banyak yang ngasih makan juga," ungkap Maretha.

Meski demikian, pihaknya mengakui belum dapat memantau seluruh aktivitas rusa saat malam hari karena satwa tersebut masih berkeliaran bebas di area taman.

“Cuma kalau malam mungkin mereka kelaparan atau bagaimana ya, itu yang yang kami enggak bisa monitor sama bagaimana mereka insting kehewanannya kan, 'Oh, aku luwe (lapar)' ya cari makan di tempat-tempat sampah, itu mungkin seperti itu ya,” katanya lagi.

Hasil koordinasi antara Disbudpar dan Dispangtan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026.

Salah satu agenda yang dibahas adalah kemungkinan pembangunan kandang atau area lokalisasi khusus untuk rusa.

Apabila rekomendasi tersebut disepakati, Pemkot Solo membuka peluang mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan.

“Kalau nanti sarannya harus ada kandang, ya kami harus menganggarkan di APBD Perubahan nanti ya untuk kandangnya.

Tinggi berapa, materialnya apa, kemudian nanti kami harus mempunyai tenaga yang membersihkan kotorannya, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.