Wamendag Roro: Komoditas Ekspor Coklat dan Kopi Bali Sedang Naik Daun
Putu Dewi Adi Damayanthi June 06, 2026 03:23 PM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Badan Pengurusan Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Bali (BPD HIPMI Bali) menggelar Focus Grup Discussion (FGD) dengan menghadirkan langsung Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri.

FGD yang berlangsung di Kenja Ikan Bakar, Nusa Dua, Badung, di hadiri juga oleh Ketua Umum BPD HIPMI Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih, Jajaran Pengurus Harian dan Badan Otonom (Banom) BPD HIPMI Bali.

Acara yang digagas oleh Bidang IV Perindustrian dan Perdagangan BPD HIPMI Bali ini mengusung tema "Connecting Local Potential to Global Markets".

Wamendag Roro menyampaikan bahwa kegiatan FGD yang diinisiasi oleh HIPMI Bali ini sangat penting karena mayoritas anak-anak muda ini menjadi motor untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Bersandar Pada Warisan Kolonial, Target Ekonomi Wisata Kebugaran di Bali Terganjal Sertifikasi UMKM

Sehingga, di Kementerian Perdagangan memberikan semangat kepada para anak muda untuk tetap berdaya, tetap produktif dalam melakukan kegiatan bisnisnya masing-masing baik dengan target menyasar ke pasar di dalam negeri maupun internasional.

"Kalau kami di Kementerian Perdagangan, banyak sekali program yang sebetulnya bisa dimanfaatkan. Termasuk salah satunya UMKM Bisa Ekspor, atau dari Lokal ke Global itu program kami untuk meningkatkan ekspor kita," ujar Wamendag Roro.

Menurutnya, walaupun neraca perdagangan sampai akhir tahun 2026 ini selalu surplus.

Pada prinsipnya dengan perwakilan di 33 negara, baik itu Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center, pemerintah selalu berperan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan potential buyers.

"Itu yang bisa kita fasilitasi ke depannya dengan para pelaku usaha yang ada di Bali ini. Dengan multi sektor yang saat ini sedang mereka tekuni," imbuh Wamendag Roro.

Disinggung bagaimana dampak melemahnya nilai tukar rupiah dengan dollar saat ini?

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengungkapkan bahwa hal ini menjadi momentum bagus.

"Ternyata ada berkahnya juga dengan kondisi seperti ini (nilai tukar rupiah melemah). Kita mendorong seluruh pelaku usaha untuk melakukan kegiatan ekspor. Karena pada prinsipnya dari situ bisa mendapatkan gain yang lebih. Jadi ini sesuatu hal yang kita harapkan juga," papar Wamen Roro.

Ia pun menyebut bahwa terdapat dua komoditas ekspor unggulan Bali non konvensional dari sektor agriculture yang tengah naik daun atau banyak diminati negara-negara lain.

"Cocoa ini lagi naik daun, kopi juga lagi naik daun juga. Coklat, kalau saya lihat di Bali ini sudah mulai kemasannya sangat bagus. Dan bisa berdaya saing dengan existing brand coklat lainnya yang internasional. Jadi ini juga merupakan salah satu oportunitas yang perlu kita garap," tutur Wamendag Roro dengan optimis.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Bali, Ajus Linggih, mengapresiasi dukungan dari Kementerian Perdagangan terhadap HIPMI Bali khususnya kedatangan Wamendag Roro dalam kegiatan FGD kali ini.

Di mana bentuk nyata dukungan Kementerian Perdagangan sudah ada hasil nyata di mana anggota-anggota HIPMI Bali diberikan pasar di Trade Expo Indonesia.

Selain itu, sejumlah anggota juga sudah mendapat kesempatan untuk langsung terkoneksi dengan perwakilan-perwakilan perdagangan di beberapa negara.

"Bulan lalu kita sudah kick start program tersebut. Dan tentunya didukung oleh Bu Wamen. Dan harapannya ke depan semakin banyak lagi anggota HIPMI Bali yang bisa ekspor," ucap Ajus Linggih.

Dari laporan yang diterima olehnya, untuk anggota HIPMI Bali sejauh ini yang sudah ekspor itu komoditas kriya dan fashion.

Ia berharap teman-teman anggota yang bergerak di bidang agriculture, seperti cocoa atau coklat dan kopi dapat segera mulai ekspor.

"Itu yang akan menjadi target kita selanjutnya (anggota HIPMI Bali untuk ekspor coklat dan kopi)," demikian kata Ajus Linggih.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.