JAKARTA – Piala Dunia selalu menjadi momen istimewa bagi para penggemar sepak bola, termasuk bagi Anggota DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, yang sejak lama menjagokan tim nasional Brasil.
Setiap kali turnamen empat tahunan ini digelar, legislator yang dalam waktu dekat akan dilantik menjadi Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut tak pernah berubah pilihan. Ia selalu menjagokan Brasil, tim yang telah mengoleksi lima gelar juara dunia.
“Secara pribadi, tim jagoan saya adalah Brasil. Setiap Piala Dunia, saya selalu menantikan penampilan mereka,” ujar Suhud saat diwawancarai, Sabtu (6/6/2026).
Suhud menjelaskan bahwa kecintaannya pada tim berjuluk Selecao itu tidak datang tanpa alasan. Negara asal legenda Edson Arantes do Nascimento alias Pele tersebut memiliki gaya bermain yang khas dan memikat.
“Sesuai dengan julukannya, 'selecao' yang berarti pilihan, tim Brasil punya karakter permainan yang unik dan berbeda dari negara lain,” tutur Suhud.
Ia menambahkan, gaya Jogo Bonito serta gerakan khas Ginga yang menonjolkan kreativitas individu dan teknik tingkat tinggi menjadi ciri khas sepak bola Brasil.
Menurut Suhud, karakter permainan seperti inilah yang menjadi kunci keberhasilan Brasil mendominasi Piala Dunia dengan torehan lima gelar juara.
“Itulah sebabnya tim nasional Brasil hampir selalu lolos dan jarang absen di setiap gelaran Piala Dunia,” ujarnya.

Setiap kali Piala Dunia tiba, Suhud selalu menyambutnya dengan antusias. Ia memiliki kebiasaan membeli jersey baru serta mengadakan acara nonton bareng (nobar) bersama warga sekitar.
“Selain membeli jersey, biasanya saya juga menggelar nobar dengan masyarakat di lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Piala Dunia tahun ini membangkitkan kenangan Suhud terhadap edisi 1994 yang digelar di Amerika Serikat. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana Brasil berhasil menjadi juara dunia kala itu.
Skuad asuhan Carlos Alberto Parreira berisi para pemain bertalenta seperti Dunga, Cafu, Bebeto, Romario, hingga Ronaldo, yang semuanya menjadi bagian dari sejarah emas sepak bola Brasil.
“Momen paling berkesan bagi saya adalah Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, ketika Brasil keluar sebagai juara dunia. Saat itu adalah pertemuan para pemain terbaik dunia,” kenang Suhud.
Di sisi lain, pelatih baru Brasil, Carlo Ancelotti, mengakui bahwa proses menentukan 26 pemain untuk Piala Dunia kali ini bukan hal mudah.
Ketatnya persaingan di sepak bola Brasil membuat banyak pemain berkualitas harus rela tidak masuk dalam skuad utama.
“Sangat sulit memilih 26 pemain ini karena tingkat persaingan di Brasil luar biasa tinggi,” ujar Ancelotti dikutip dari The Athletic.
“Saya tahu ada beberapa pemain yang pasti kecewa karena tidak terpilih,” lanjutnya.
Kiper
Alisson (Liverpool)
Ederson (Fenerbahce)
Weverton (Gremio)
Bek
Alex Sandro (Flamengo)
Bremer (Juventus)
Danilo (Flamengo)
Douglas Santos (Zenit Saint Petersburg)
Gabriel Magalhaes (Arsenal)
Roger Ibanez (Al Ahli)
Leo Pereira (Flamengo)
Marquinhos (Paris Saint-Germain)
Wesley (Roma)
Gelandang
Bruno Guimaraes (Newcastle United)
Casemiro (Manchester United)
Danilo (Botafogo)
Fabinho (Al Ittihad)
Lucas Paqueta (Flamengo)
Penyerang
Endrick (Lyon)
Gabriel Martinelli (Arsenal)
Igor Thiago (Brentford)
Luiz Henrique (Zenit Saint Petersburg)
Matheus Cunha (Manchester United)
Neymar (Santos)
Raphinha (Barcelona)
Rayan (Bournemouth)
Vinicius Junior (Real Madrid)