Sampah Rumah Tangga Masih Tinggi, DLH Kota Bengkulu Perkuat Peran Bank Sampah
Hendrik Budiman June 06, 2026 03:38 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi volume sampah dari rumah dengan membiasakan pemilahan sampah dan aktif memanfaatkan bank sampah yang tersedia di lingkungan masing-masing.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Anshar Amin.

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. 

Dibutuhkan peran aktif masyarakat, terutama dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Langkah sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik dari rumah memiliki dampak besar dalam mengurangi timbunan sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Baca juga: Cuaca Bengkulu Akhir Pekan 6-8 Juni 2026, BMKG Waspadai Hujan di Sejumlah Wilayah

Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, pemilahan sampah juga memungkinkan sampah yang masih memiliki nilai guna untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.

Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. 

Salah satu solusi nyata yang dapat dilakukan masyarakat adalah memilah sampah dari sumber atau dari rumah. 

"Cara ini tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat," ujar Anshar kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (6/6/2026).

Semakin banyak masyarakat yang melakukan pemilahan sampah dari rumah, maka semakin besar pula pengurangan volume sampah yang harus ditangani pemerintah.

Bank Sampah Beri Manfaat Ekonomi

DLH Kota Bengkulu juga terus mendorong optimalisasi peran bank sampah sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Melalui bank sampah, warga dapat menabung sampah yang telah dipilah dan memperoleh nilai ekonomi dari sampah tersebut.

Menurut Anshar, keberadaan bank sampah tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat.

"Kami mengajak seluruh warga Kota Bengkulu untuk mulai memilah sampah dari rumah dan aktif menabung sampah di bank sampah yang ada di lingkungan masing-masing," katanya.

Budidaya Maggot Jadi Solusi Sampah Organik

Selain pengembangan bank sampah, DLH Kota Bengkulu juga mendorong pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot.

Metode ini memanfaatkan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) yang mampu mengurai sampah organik, termasuk sisa makanan dan sampah sejenis SPPG, dalam waktu relatif singkat.

Budidaya maggot dinilai menjadi salah satu inovasi yang efektif dalam mengendalikan volume sampah organik sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

"Harapannya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kota Bengkulu," tukasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.