Ribuan Warga Padati Parade Budaya HUT ke-23 Teluk Bintuni, Berbagai Suku Berkumpul
Roifah Dzatu Azmah June 06, 2026 05:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Ribuan masyarakat memadati ruas jalan utama dalam kegiatan Parade Budaya yang digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (6/6/2026).

Parade budaya dimulai pukul 14.00 WIT dengan titik start di Kantor Klasis dan berakhir di Gelanggang Argosigemerai, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni.

Kegiatan tersebut diikuti oleh tujuh suku asli Teluk Bintuni, berbagai suku Papua lainnya, serta sejumlah suku Nusantara yang selama ini hidup dan menetap di Kabupaten Teluk Bintuni.

Berdasarkan pantauan Tribunpapuabarat.Com di lokasi, setibanya di garis finis setiap kelompok peserta menampilkan beragam atraksi budaya khas daerah masing-masing. Tarian tradisional, pakaian adat, hingga pertunjukan seni budaya ditampilkan di hadapan Bupati Teluk Bintuni, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ribuan masyarakat yang hadir menyaksikan kegiatan tersebut.

Baca juga: Bupati Teluk Bintuni Terima Cenderamata Budaya dari Suku Kuri, Simbol Pelestarian Warisan Leluhur

Untuk menambah semarak acara, panitia juga menyiapkan puluhan hadiah doorprize bagi peserta, di antaranya mesin cuci, kulkas, rice cooker, dispenser, serta berbagai hadiah menarik lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengatakan tema HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni tahun ini, "Tangguh Bersinergi", mengandung makna bahwa kemajuan daerah hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat hidup dalam keharmonisan, saling menghormati, dan bekerja sama membangun Teluk Bintuni yang lebih maju dan sejahtera.

"Saya menyambut baik dan merasa gembira melihat antusiasme peserta parade budaya yang berasal dari tujuh suku asli Teluk Bintuni, suku-suku Papua lainnya, serta berbagai suku Nusantara yang mendiami Kabupaten Teluk Bintuni. Ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman adalah kekuatan besar yang mempersatukan kita dalam bingkai persaudaraan dan kebersamaan," ujar Bupati.

Menurutnya, perbedaan suku, agama, budaya, dan adat istiadat bukanlah pemisah, melainkan kekayaan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Baca juga: TK YPK Kuncup Harapan Manokwari Tamatkan 43 Murid Tahun Ajaran 2025/2026

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal sebagai identitas daerah sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada kesempatan tersebut, ia turut mengajak seluruh komponen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni.

"Melalui momentum ini saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, kebersamaan, dan perdamaian yang selama ini telah terbangun dengan baik di Teluk Bintuni. Mari kita bersama-sama menjaga tanah ini sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakat," katanya.

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta parade budaya yang telah menampilkan identitas dan kekayaan budaya masing-masing dengan penuh semangat, sekaligus tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.