TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok korban penikaman di depan Jumbo Pasar Swalayan, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Sabtu 6 Juni 2026 sore.
Korban diketahui bernama Ferry Maweru atau disapa Pheyy.
Ucapan duka pun mengalir di sosial media.
Salah satu akun Facebook Tirana Pangandaheng mengucapkan duka cita yang mendalam buat korban Pheyy.
"Seorang pejuang keluarga, sebagai seorang driver atau sopir angkot, Ferry Maweru yang biasa disapa Pheyy, harus menjalani takdir hidupnya harus berakhir di tangan seseorang dengan mnggunakan senjata tajam" ucap akun itu dikutip Tribun Manado.
"Rest in Peace, damai dan tenang bersama Tuhan. Keluarga diberikan ketabahan," tambah dia.
Sementara itu akun Rian Pelle Rumopa juga ucapkan dukacita,"RIP Ferry Maweru," sambil tambahkan emotikon menangis.
Korban penikaman yang terjadi di depan Jumbo Pasar Swalayan akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit, Sabtu (6/6/2026).
Korban yang akrab disapa Pheyy ditikam oleh dua orang pelaku yang sudah menyerahkan diri ke Polresta Manado.
Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto mengatakan korban mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam dan segera dilarikan ke rumah sakit oleh warga serta petugas yang berada di lokasi.
“Meski tim medis telah berupaya memberikan penanganan maksimal, kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” tuturnya.
Kata Kasat, kedua terduga pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polresta Manado.
Penyelidikan masih mengalami keterangan untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap kejadian.
“Kita masih mendalami kasus ini yang pasti para pelaku sudah diamankan,” tandasnya.
Kejadian ini sempat menghebohkan warga dan pengunjung pasar swalayan yang berada di sekitar lokasi.
Pasalnya aksi para pelaku dilakukan di muka umum yang langsung disaksikan para pengunjung pasar.
Insiden tersebut menghebohkan warga dan pengendara yang melintas di lokasi kejadian.
Hal ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto.
“Benar terjadi penikaman di depan Jumbo,” ujar Elwin saat dikonfirmasi via telepon oleh Tribun Manado.
Kata Elwin satu korban mengalami luka akibat senjata tajam dan mendapatkan penanganan medis.
“Korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit,” ungkapnya.
Menurut Kasat Elwin, pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penikaman tersebut telah menyerahkan diri ke Polresta Manado.
“Barusan dapat info pelaku sudah menyerahkan diri,” ungkapnya.
Dia menambahkan tim masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi lengkap kejadian, termasuk motif yang melatarbelakangi aksi penikaman tersebut.
“Untuk identitas korban dan pelaku masih dicek oleh tim kalau sudah ada kami sampaikan,” pungkasnya.
(TribunManado.co.id/Fer)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK