TRIBUNMANADO.CO.ID - Universitas Negeri Manado (Unima) memberi penghormatan terakhir kepada almarhum Prof Dr Jan Lukas Lambertus Lombok SH MSi, Rektor Unima 1999-2008.
Selain menggelar upacara perhormatan, Rektor Unima memutuskan untuk pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk penghormatan kepada Prof Lombok.
Bendera setengah tiang berlangsung sejak tokoh pendidikan Sulawesi Utara ini meninggal pada Rabu 3 Juni 2026 hingga dimakamkan.
Baca juga: Sosok Prof Jan Lombok Rektor Pertama Unima, Dedikasikan Hidupnya hingga Akhir Hayat untuk Pendidikan
Keluarga besar Civitas Akademik Unima memberi penghormatan terakhir kepada Prof Lombok dalam upacara pelepasan.
Upacara berlangsung di Rektorat Unima, Tondano, Jumat 5 Juni 2026 yang dipimpin Ketua Senat Unima, Prof Dr Herry Sumual dan Rektor Unima, Dr Joseph Phillip Kambey SE Ak MBA.
"Segenap civitas akademik Unima memberi perhormatan sekaligus ucapan terima kasih atas dedikasi Prof Lombok bagi kampus tercinta sekaligus kontribusi nyata bagi dunia pendidikan Sulawesi Utara," kata Prof Sumual.
Upacara pengormatan berlangsung khusyuk dihadiri Senat Unima, jajaran Rektorat, dosen dan perwakilan mahasiswa.
Peti jenazah diselimuti bendera Unima. Para anggota senat duduk dalam jejeran berhadapan dengan keluarga yang berduka.
Jenazah Prof Jan LL Lombok SH MSi sebelumnya disemayamkan di rumah duka, kediaman Keluarga di Kleak, Malalayang Manado pada Rabu hingga Jumat pagi.
Selanjutnya jenazah dibawa ke Kantor Sinode GMIM Tomohon dan Rektorat Unima lalu lanjut ke kampung halaman, Desa Kumelembuai, Minahasa Selatan.
Disemayamkan semalam di Kumelembuai, jenazah kembali ke Manado pada Sabtu 6 Juni untuk dimakamkan.
Ibadah pemakaman berlangsung di GMIM Musafir Kleak. Jenazah Prof Lombok dimakamkan di Pemakaman Arimatea Manado. (ndo)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini