Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Berbagai Komunitas Tanam 1.000 Pohon di Aceh Tengah
Sri Widya Rahma June 06, 2026 06:52 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Jumat (5/6/2026) lalu, aksi menanam pohon serentak digelar di kawasan Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

Baca juga: Bupati Aceh Tengah Beri Atensi Khusus, Dinsos Antar Bantuan Alat Belajar untuk 3 Sekolah di Linge

Kegiatan ini digagas oleh Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK) Peteri Pukes, guna memulihkan ekosistem hutan yang menjadi hulu penting bagi ketersediaan air di wilayah dataran tinggi Gayo.

Aksi lingkungan ini melibatkan berbagai elemen stakeholder, mulai dari instansi pemerintah melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Komunitas Sosial Sahabat Safar, Kader Lingkungan Aceh, kelompok Pecinta Alam, Koperasi Wisata Alam Gayo, kalangan mahasiswa dan pelajar, hingga masyarakat Desa Mendale.

Kegiatan ini juga didukung  penuh oleh Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA). 

1.000 Pohon Ditanam

Sementara itu, sebanyak 1.000 bibit pohon yang ditanam merupakan kontribusi dari Poniman Pentos, seorang pembibit dari Bener Meriah. 

Konsentrasi penanaman difokuskan di lima titik strategis yang tersebar di wilayah Kampung Mendale dengan jenis tanaman produktif dan pelindung seperti mahoni, mindi, serta durian.

Acara dibuka secara resmi di Masjid Mendale oleh Reje Kampung Mendale Syaifullah, Camat Kebayakan Nashrin SSos, perwakilan Yayasan HAkA Badrul Irfan, serta Ketua BKMT Aceh Tengah Vitriani.

Baca juga: Polres Aceh Tengah Amankan Seorang Pria yang Diduga Gelapkan Uang Setoran Perusahaan Rp40 Juta

Menjaga Kelestarian Hutan Mendale 

Yayasan HAkA selaku lembaga pendamping LPHK Peteri Pukes menegaskan bahwa menjaga kelestarian Hutan Mendale sudah sepatutnya menjadi perhatian bersama secara intensif. 

Hal ini mengingat fungsi krusial kawasan hutan tersebut bagi hajat hidup orang banyak.

Community Organizer Yayasan HAkA, Abdul Hadi, mengingatkan kembali pentingnya kolaborasi nyata dari semua pihak demi menyelamatkan lingkungan masa depan.

"Hutan Mendale ini merupakan hulu bagi ketersediaan air Danau Lut Tawar yang mengaliri empat kabupaten di hilirnya.

Mari sama-sama saling menguatkan, bahu-membahu mengupayakan agar Tanoh Gayo pulih kembali seperti sedia kala. Jika bukan sekarang entah kapan lagi, jika bukan kita entah siapa lagi," tegas Abdul Hadi.

Melalui aksi serentak ini, seluruh elemen masyarakat diharapkan tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga berkomitmen menjaga pertumbuhan pohon-pohon tersebut  demi menjaga keseimbangan ekosistem dan pasokan air di kemudian hari. (*)

Baca juga: Polres Aceh Tengah Tangkap Pria yang Ancam Petani dengan Parang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.