Wabup Tabalong Habib Taufan Pimpin Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Ratino Taufik June 06, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Hari Lingkungan Hidup Sedunia digelar Pemkab Tabalong, Sabtu (6/6/2026) di RTH Bundaran Monumen Tanjung Puri atau Tugu Obor Mabuun, Kecamatan Murung Pudak.

Dipimpin Wabup Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf, apel peringatan juga dirangkai aksi bersih-bersih, penanaman pohon hingga pembagian kantong belanja nonplastik sekali pakai.

Peserta terdiri dari perwakilan SKPD di Pemkab Tabalong, unsur Forkopimda, instansi vertikal, dunia usaha, asosiasi dan komunitas lingkungan, masyarakat, serta relawan.

Dalam apel juga diisi dengan penyerahan secara simbolis bantuan Hari Lingkungan Hidup berupa tempat sampah dari beberapa pelaku usaha yang ada di Kabupaten Tabalong.

Sedangkan pembagian kantong belanja dilakukan Wabup Habib Taufan dengan turun langsung ke jalan setelah sebelumnya juga melakukan penanaman pohon di RTH Bundaran Tugu Obor.

Wabup Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf dalam sambutannya menyampaikan pesan-pesan dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. 

WABUP Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf tanam pohon  Peringatan Hari Lingkungan
WABUP Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf tanam pohon pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar Pemkab Tabalong, Sabtu (6/6/2026)

Di antaranya terkait beberapa langkah nyata yang bisa dilakukan sebagai upaya menjaga lingkungan hidup.

Pertama, mengurangi penggunaan plastik dan sampah sekali pakai, serta mendorong setiap rumah tangga dan kawasan publik untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.

Kedua, meningkatkan kesadaran dan budaya hidup bersih dan lestari melalui kegiatan rutin yang menanamkan nilai gotong royong, kebersihan lingkungan, dan kepedulian terhadap dampak perubahan iklim.

Ketiga, mendorong pemanfaatan sampah secara produktif dan ekonomi sirkular, termasuk melalui Bank Sampah atau inisiatif lokal lainnya, serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi pencemaran dan limbah.

Keempat, melaksanakan penanaman pohon secara masif dengan target 2 miliar pohon untuk memperkuat ketahanan iklim, menjaga ketersediaan air, mengurangi banjir, memulihkan ekosistem, dan menyerap karbon.

Kelima, memperkuat pengelolaan lingkungan dengan memastikan sampah dan limbah dikelola secara aman, pencemaran dikurangi, serta kawasan hijau dan ekosistem dilindungi.

"Mari jadikan Gerakan Indonesia ASRI ini sebagai budaya baru bangsa Indonesia," katanya.

Gerakan ini diharapkan mengubah perilaku masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang beretika lingkungan menuju Indonesia Emas 2045. (AOL)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.