Indonesia CIO 200 Summit 2026 Bawa Pemimpin Teknologi ke Pentas Dunia
Adam Rizal June 06, 2026 11:34 PM

Selain memiliki pasar digital yang besar, Indonesia juga memiliki talenta dan pemimpin teknologi yang semakin diakui di tingkat internasional. Dari transformasi digital, kecerdasan artifisial, hingga kepemimpinan teknologi perempuan, Indonesia mulai menunjukkan perannya sebagai salah satu kekuatan baru dalam ekosistem teknologi global.

Dengan jumlah penduduk yang besar serta karakteristik pasar yang kompleks dan beragam, Indonesia menghadirkan tantangan sekaligus peluang unik dalam pengembangan teknologi. Kondisi ini mendorong lahirnya para pemimpin teknologi yang adaptif, inovatif, dan memiliki kemampuan menghadapi dinamika transformasi digital secara cepat. Tidak mengherankan bila banyak pemimpin teknologi Indonesia kini dinilai memiliki kapasitas untuk tampil dan berkontribusi di level global.

Semangat inilah yang menjadi benang merah penyelenggaraan Indonesia CIO 200 Summit 2026 yang berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta. Memasuki tahun keempat, Indonesia CIO 200 Summit terus berkembang menjadi platform strategis yang mempertemukan para pemimpin teknologi Indonesia dengan ekosistem teknologi global. Acara ini diselenggarakan oleh Global CIO Forum Indonesia Chapter yang dipimpin oleh Hendy Harianto sebagai President, bersama Ichwan Peryana dan Sudarto Unsurlany sebagai Vice President.

Pada acara tersebut, hadir lebih dari 200 pemimpin teknologi dan digital dari berbagai industri untuk berbagi wawasan, membangun kolaborasi, sekaligus memberikan apresiasi atas pencapaian para kolega di industri teknologi Indonesia.

Tidak hanya menjadi ajang penghargaan, summit ini juga menghadirkan berbagai tokoh dan praktisi teknologi nasional maupun internasional sebagai pembicara dan moderator diskusi. Beberapa di antaranya adalah Prof. Onno W. Purbo, David Formula (BCA), Yessie Yosetya (XLSMART), Andrew Tirtadjaja (PwC), Retno Kusumawati (Accenture), Gina Virginia (CTBC Indonesia), Sai Prasad Kolluri (Google Cloud), Joseph Lembayung (Darma Henwa), Irvan Bastian Arief, Ph.D (tiket.com), Goutama Bachtiar (Cloud Security Alliance), Alexander Kuntoro (MII), Chichi Utami (Paragon Corp), Tiarma Quezonita Simanungkalit (Agung Sedayu Group), serta berbagai pemimpin industri lainnya dari Indonesia maupun mancanegara.

Global CIO Forum Indonesia Chapter sendiri merupakan bagian dari komunitas Global CIO Forum, sebuah komunitas kepemimpinan teknologi global dengan lebih dari 50.000 anggota aktif yang tersebar di lebih dari 60 negara selama lebih dari 11 tahun terakhir.

“Kami percaya, komunitas merupakan elemen kunci agar kita dapat bergerak bersama menuju masa depan yang lebih baik,” ungkap Ronak Samantaray, CEO sekaligus salah satu pendiri Global CIO Forum yang hadir di acara tersebut. “Melalui komunitas, tercipta peluang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman lintas negara,” ungkap Ronak.

Hal senada diungkap Hendy Harianto, President Global CIO Forum Indonesia Chapter. “Melalui komunitas ini, kami ingin memperkenalkan para pemimpin teknologi Indonesia ke panggung global. Tahun sebelumnya, delapan pemimpin teknologi Indonesia mendapatkan kesempatan hadir dalam ajang World CIO 200 Grand Finale tingkat dunia. Tahun ini, Indonesia menargetkan partisipasi yang lebih besar sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu emerging technology leadership hub di kawasan Asia,” ungkap Hendy.

“Kami membuka peluang bagi semua pihak untuk berkolaborasi dengan Global CIO Forum Indonesia Chapter. Tujuan kami bukan sekadar membangun jaringan, tetapi menciptakan wadah bagi para pemimpin teknologi untuk saling berbagi, belajar, dan menciptakan dampak nyata bagi industri.” ujar Ichwan Peryana, Vice President Global CIO Forum Indonesia Chapter

“Global CIO Forum menjadi wadah berbagi wawasan serta perkembangan teknologi terkini. CIO200 Indonesia Summit & Awards diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang mempererat kolaborasi antara para pemimpin TI, perusahaan teknologi terkemuka, serta dunia pendidikan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambah Sudarto Unsurlany, Vice President Global CIO Forum Indonesia Chapter.

Meningkatkan Peran Perempuan

“Global CIO Forum Indonesia Chapter dengan bangga meluncurkan Women in Technology Initiative pertama di dunia dalam sejarah komunitas Global CIO Forum–sebuah inisiatif besar yang lahir dari Indonesia untuk dunia. Momentum ini menjadi tonggak bersejarah yang menempatkan Indonesia sebagai pelopor gerakan global Women in Technology di ekosistem Global CIO Forum, dengan harapan dapat menginspirasi dan diperluas ke berbagai negara di dunia,” ujar Hendy Harianto.

Satu hal menarik dari Indonesia CIO 200 Summit yakni sesi khusus untuk membahas peran perempuan Indonesia di dunia teknologi. Hal ini menjadi penting mengingat partisipasi perempuan di Indonesia tergolong masih rendah. “Kalau kita lihat, perempuan Indonesia di dunia teknologi kurang dari 20 persen, bahkan yang sampai board level hanya 8 persen,” ungkap Yessie Yosetya (CIO XLSmart). Angka ini lebih rendah dibandingkan negara tetangga, seperti di Thailand (42 persen) dan Singapura (41 persen).

Untuk mengubah hal ini, dibutuhkan partisipasi semua pihak. Salah satunya adalah memberikan peluang bagi perempuan untuk berkembang. “Karena perempuan seringkali dididik untuk sungkan dan tidak berani bilang,” ungkap Retno Kusumawati (Managing Director Accenture).

Hal ini sempat dialami Chichi Utami (Corporate Technology Lead PT Paragon Technology and Innovation). Chichi mengaku, ia sempat menolak ketika atasannya berniat mempromosikan dirinya ke posisi IT Manager yang mayoritas diisi kaum pria. Namun sikapnya berubah setelah mendapat dukungan penuh atasannya. “Saya masih ingat ucapan atasan saya waktu itu: as a leader, I will take the risk to develop you," ungkap Chichi.

Sementara Gina Virginia (Chief Technology & Operations, Bank CTBC Indonesia), menyebut perempuan juga harus berani mengambil langkah. “Kita harus selalu memiliki tujuan membuat tim dan organisasi kita menjadi lebih baik,” ungkap Gina. Hal itu seringkali membutuhkan perubahan, dan perubahan selalu menciptakan risiko. “Namun sebagai pemimpin, kita harus bisa mengelola dan mengontrol risiko tersebut. Dengan begitu, kita bisa lebih berani untuk mengejar tujuan yang ingin kita capai,” tambah Gina.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong peran dan kontribusi perempuan di dunia teknologi, Global CIO Forum pusat bersama Indonesia Chapter memberikan penghargaan Women in Technology Inauguration kepada para perempuan Indonesia yang telah menunjukkan kepemimpinan dan pencapaian luar biasa di bidang teknologi. Pada momentum ini juga ditunjuk tiga Women in Technology Ambassador, yaitu Yessie Yosetya (Director & Chief Information Technology Officer, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk), Dr. Nelly, S.Kom., M.M., CSCA (Rektor BINUS University), serta Juliana Chen (Managing Director, HP Indonesia).

Penghargaan khusus, Global Technology Leadership Distinguished Laureate–Women 2026, juga diberikan kepada Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid. Penghargaan ini diberikan kepada perempuan pemimpin berpengaruh atas kontribusi, kepemimpinan, dan dedikasinya dalam memajukan transformasi digital, inovasi teknologi, serta pembangunan ekosistem digital yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Hal ini disambut baik oleh Wijaya Kusumawardhana, Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital. “Kami mengapresiasi penghargaan ini dan forum ini. Semoga dapat mendorong memajukan transformasi digital, inovasi teknologi, serta pembangunan ekosistem digital yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun global,” ujar Wijaya.

Indonesia juga akan menjadi pelopor sekaligus tuan rumah penyelenggaraan perdana Global Women Leaders Forum yang diinisiasi oleh Global CIO Forum pusat bersama Indonesia Chapter pada tahun 2026. “Visi forum ini adalah membangun program mentorship yang menghubungkan para perempuan dari berbagai sektor dan negara,” ujar Anushree Dixit, Chief Strategy Officer Global CIO Forum.

Memberikan Apresiasi

Selain menampilkan petinggi teknologi perempuan, Indonesia CIO 200 Summit juga diisi sesi berbagi pengalaman dari pakar teknologi. Contohnya Adalah Prof. Onno W. Purbo yang berbagi bagaimana AI mentransformasi cara pengambilan keputusan dan kepemimpinan.

Selain itu, David Formula (CIO Bank BCA) juga berbagi pengalaman Bank BCA dalam melakukan transformasi, termasuk memanfaatkan teknologi AI.

Bicara AI, para pemimpin teknologi perusahaan Indonesia sepakat teknologi AI menjanjikan perubahan besar bagi setiap organisasi. Hal yang paling mendasar, seperti diungkap Irvan Bastian Arief (VP of Data and AI tiket.com), adalah peningkatan produktivitas. “Karena di setiap pekerjaan, pasti ada bagian yang kita senang kerjakan, namun ada bagian yang tidak,” ungkap Irvan. Contohnya sebagai software engineer, Irvan mengaku tidak suka mengerjakan dokumentasi. “Namun sekarang, pembuatan dokumentasi bisa dikerjakan AI, sehingga saya bisa fokus melakukan coding,” ungkap Irvan mencontohkan.

Akan tetapi, implementasi AI memang harus dibarengi strategi yang tepat. “Karena saya melihat, banyak perusahaan yang terpukau dengan AI dan mau segera implementasi,” ungkap Joseph Lembayung (Digital Transformation & IT Director Darma Henwa). Padahal, implementasi AI membutuhkan transformasi bisnis. “Jadi kita harus bisa menyelaraskan adopsi AI dengan bisnis transformasi tersebut,” tambah Joseph.

Selain menjadi ajang berbagi, Indonesia CIO 200 Summit juga memberikan penghargaan kepada petinggi teknologi perusahaan Indonesia berprestasi. Berikut adalah mereka yang mendapatkan apresiasi di acara ini.

Women Leaders Awards – Category

  • Yessie Yosetya (PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk)
  • Lily Wongso (PT Bank Central Asia Tbk)
  • Gina Virginia (Bank CTBC Indonesia)
  • Tiarma Simanungkalit (Agung Sedayu Group)
  • Chichi Utami (Paragon Corp)
  • Junita Angdjasrin (Dexa Group)

Next-gen

  • Pratama Adieputra Suseno (PT PLN Persero)

Leader

  • Bayu Pinasthika (PT Pertamina Bina Medika IHC)

  • Steven Young (Pluit Hospital)

Master

  • Bram Moeis (Danone)
  • Fadli Hamsani (Telkomsel)
  • Karim Taslim (PT. Solarion Energi Alam)
  • Yudhistira Nugraha (Ministry of Primary and Secondary Education)
  • Regent Chowin (PT J Resources Nusantara)

Legend

  • Andri Hidayat (PT. Prodia Widyahusada Tbk)
  • Ashish Mathur (PT. Vfirst Komunikasi Indonesia)
  • Budi Kamil (Argo Manuggal Group)
  • Benedict Sulaiman (Mandaya Hospital Group)
  • David Formula (PT Bank Central Asia Tbk)
  • Danny Natalies (Kalbe)
  • David Wirawan (KB Finansia Multi Finance)
  • Dickie Widjaja (PT Kelompok Lari Anak Bangsa, KLAB)
  • Ephraim Gunawan (PT HM Sampoerna Tbk)
  • Edwin Sugianto (AXA Insurance Indonesia)
  • Edy Susanto (PT. Trans Retail Indonesia)
  • Edwin Adiwinata (Lodji Group)
  • Edmund Situmorang (Transmetatek)
  • Franciscus Adam (PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk)
  • Felix Tjhai (Four Seasons Hotel Jakarta)
  • Hendy Harianto (Meratus Group)
  • Ichwan Peryana (Pinjam Modal)
  • Irvan Bastian Arief (tiket.com)
  • Ivan Sangkereng (Bina Nusantara)
  • Johan Septian (PT Adis Dimension Footwear)
  • Josafat Moeljono (PT. Indomobil Sukses Internasional, Tbk)
  • Joseph Lembayung (PT Darma Henwa Tbk)
  • Juanta Widjaja (PT. Prime Agri Resources Tbk)
  • Kok Nyan Susanto (Bomba Group)
  • Lioe Yanto Haryono (PT Propan Raya ICC)
  • Ojahan Oppusunggu (Artotel Group)
  • Rajesh Grover (Domino)
  • Setiaji (BPJS Kesehatan)
  • Sigit Triwibowo (IKEA Indonesia)
  • Sudarto Unsurlany (PT Petrosea Tbk)
  • Tanaka Murinata (Tanobel)
  • Vinardo Susanto (PT. Panarub Industry)
  • Vincent Darmawan (ALSOK Indonesia)
  • Wiweko Probojakti (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk)
  • Yonata Bastian (DHL Express Indonesia)
  • Yusuf Setiyono (Sampoerna Schools System)

Melalui Indonesia CIO 200 Summit 2026, Global CIO Forum Indonesia Chapter berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi terbesar di kawasan, tetapi juga menjadi pusat lahirnya pemimpin teknologi berkelas dunia yang mampu membawa inovasi dan kolaborasi Indonesia ke tingkat global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.