Menjelang Piala Dunia 2026: Bruno Fernandes Cemerlang, Jerman Lanjutkan Rekor Kemenangan, Inggris Masih Belum Meyakinkan
Aurora Nightingale June 07, 2026 07:36 AM

Uji coba sejumlah tim peserta Piala Dunia 2026 pada Minggu (7/6/2026) menghasilkan berbagai cerita menarik. Portugal, Inggris, dan Jerman sama-sama meraih kemenangan, namun dengan nuansa yang berbeda di tiap pertandingan.

Portugal mendapatkan tambahan kepercayaan diri setelah menundukkan Chile dengan skor 2-1 di Estádio Nacional do Jamor, Lisbon. Pertandingan tersebut sempat memanas akibat insiden antara Rafael Leao dan bek Chile, Ivan Roman. Kedua pemain terlibat adu mulut dan akhirnya diusir wasit dengan kartu merah langsung menjelang turun minum ketika skor masih 0-0.

Meskipun begitu, sosok paling menonjol dalam laga ini adalah Bruno Fernandes. Gelandang andalan Portugal tersebut kembali menunjukkan perannya sebagai pembeda saat tim membutuhkan kontribusinya. Fernandes mencetak gol pada menit ke-75, memperbesar keunggulan Portugal menjadi 2-0 setelah Goncalo Guedes lebih dulu membobol gawang Chile di menit ke-58.

Bagi pemain Manchester United itu, gol tersebut memiliki makna istimewa. Torehan itu menjadi gol ke-29-nya bersama tim nasional Portugal, menyamai catatan legenda Nuno Gomes, sekaligus menempatkannya di lima besar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Selecao.

Chile sempat memperkecil ketertinggalan lewat Lucas Cepeda di masa tambahan waktu, namun kemenangan Portugal tetap tak tergoyahkan. Cristiano Ronaldo, sang kapten sekaligus bintang utama Portugal, tampil sejak awal laga tetapi hanya bermain di babak pertama. Menariknya, momentum permainan Portugal justru muncul setelah Ronaldo ditarik keluar.

Hasil ini menjadi modal positif bagi Portugal yang akan berlaga di Grup K Piala Dunia 2026 bersama Kolombia, Uzbekistan, dan Republik Demokratik Kongo. Selecao das Quinas dijadwalkan menghadapi Kongo di laga pembuka pada 18 Juni mendatang di Houston.

Di sisi lain, Inggris juga memetik kemenangan dalam laga pemanasan pertamanya, meski penampilannya belum cukup meyakinkan. The Three Lions hanya mampu menang tipis 1-0 atas Selandia Baru. Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Harry Kane di menit ke-47 lewat sundulan setelah menerima umpan silang dari Djed Spence.

Kemenangan dengan skor tipis ini justru menimbulkan sejumlah tanda tanya mengenai performa tim asuhan Thomas Tuchel. Mengingat Selandia Baru merupakan tim dengan peringkat terendah di antara peserta Piala Dunia 2026, yakni peringkat ke-85 dunia, Inggris dinilai belum menunjukkan performa dominan seperti yang diharapkan.

Tuchel melakukan pergantian besar-besaran di babak kedua, tetapi permainan Inggris tetap berjalan kaku. Meskipun menguasai jalannya pertandingan, mereka gagal menambah gol. Inggris sempat mendapat peluang penalti setelah Ivan Toney dijatuhkan di kotak terlarang, namun VAR membatalkan keputusan itu karena offside terjadi lebih dulu.

Debut pemain muda Liverpool berusia 17 tahun, Rio Ngumoha, menjadi sisi positif dalam laga ini. Ia mencatatkan penampilan internasional pertamanya bersama tim senior Inggris. Meski begitu, secara keseluruhan, performa Inggris masih belum memuaskan. Tuchel berharap timnya dapat tampil lebih tajam saat menghadapi Kosta Rika dalam laga uji coba terakhir sebelum memulai perjalanan di Grup L melawan Kroasia.

Sementara itu, Jerman terus mempertahankan tren positifnya. Die Mannschaft sukses menaklukkan Amerika Serikat dengan skor 2-1. Kemenangan ini memperpanjang catatan kemenangan mereka menjadi sembilan laga beruntun, rekor terbaik sejak periode 1979–1980.

Namun, ada kabar kurang menggembirakan bagi Jerman setelah pemain kunci Lennart Karl mengalami cedera, menambah kekhawatiran menjelang turnamen. Walaupun hasil positif terus didapat, pelatih Julian Nagelsmann menilai masih ada area yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi kompetisi sesungguhnya.

Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian utama bagi Nagelsmann. Jika mampu membawa Jerman melangkah jauh, tren kemenangan yang sedang dijalani ini akan dikenang sebagai fondasi kebangkitan tim. Namun sebaliknya, jika mereka kembali tersingkir lebih awal, rangkaian hasil apik di laga uji coba bisa kehilangan artinya.

Piala Dunia 2026 sendiri mencatat sejarah baru dengan diikuti oleh 48 negara, meningkat dari format sebelumnya yang hanya menampilkan 32 tim. Perubahan format ini menarik perhatian banyak pihak. Pengamat sepak bola dari Spietalg Indonesia, Adrian, menilai sistem baru ini pada dasarnya memperpanjang fase gugur, meskipun tetap memberikan daya tarik tersendiri bagi turnamen.

“Ini sebenarnya hanya menunda klimaks saja,” ujar Adrian dalam podcast Tribunnews berjudul “SUPER TAKTIK: Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 hingga Mimpi Timnas Indonesia”. Ia menambahkan bahwa kehadiran lebih banyak peserta memberi warna baru pada turnamen, termasuk kembalinya negara-negara yang lama absen maupun tim yang baru pertama kali lolos ke Piala Dunia.

“Banyak negara yang baru pertama kali main atau sudah lama sekali absen,” lanjutnya. Adrian juga menekankan pentingnya manajemen kebugaran pemain, mengingat liga-liga top Eropa baru saja berakhir pada akhir Mei sebelum turnamen dimulai. “Tim favorit juara harus benar-benar menjaga kondisi fisik pemain agar tetap segar hingga fase gugur,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.