Pelemahan nilai tukar rupiah semakin berdampak pada sektor riil, sehingga mendorong perusahaan-perusahaan untuk menunda rencana pengembangan usaha, menekan pengeluaran yang tidak mendesak, melakukan diversifikasi pasar, meningkatkan penggunaan bahan baku lokal, serta memperkuat strategi perlindungan risiko nilai tukar mata uang, demikian disampaikan sebuah organisasi industri Indonesia pada Kamis (4/6).







