TRIBUNTRENDS.COM - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, tak hanya menjadi sorotan dari sisi hukum.
Dampaknya kini juga mulai terlihat pada aset operasional yang sebelumnya disiapkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penyidik Kejaksaan Agung tengah menelusuri dugaan penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa program tersebut, termasuk indikasi mark up dengan nilai yang sangat besar.
Salah satu pengadaan yang menjadi perhatian adalah pembelian 21.800 unit motor listrik operasional.
Nilai anggaran proyek itu diperkirakan mencapai antara Rp915 miliar hingga Rp1,39 triliun.
Baca juga: KPK Sempat Geledah Kantor Pemenang Tender Motor MBG, Pimpinan Diamankan, Pegawai Kerja Seperti Biasa
Besarnya nilai pengadaan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kondisi kendaraan yang telah disiapkan untuk mendukung program MBG.
Penelusuran TribunnewsBogor.com di sebuah gudang di Desa Sentul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, menunjukkan pemandangan yang jauh berbeda dari sebelumnya.
Ribuan motor listrik berwarna biru yang dilengkapi logo BGN tampak tersimpan di area gudang dan nyaris tanpa aktivitas berarti.
Kendaraan yang semula diproyeksikan menjadi tulang punggung operasional program itu kini terlihat terparkir dalam suasana yang lengang.
Pantauan langsung di lokasi memperlihatkan kondisi yang kontras dibandingkan saat program masih berjalan normal.
Gudang milik produsen Emmo Electric Mobility yang sebelumnya ramai aktivitas kini tampak jauh lebih sepi setelah kasus hukum yang menjerat Dadan Hindayana mencuat ke publik.
Perubahan suasana tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana kasus dugaan korupsi di tubuh BGN turut memengaruhi keberadaan aset bernilai triliunan rupiah yang sempat dipersiapkan untuk program strategis pemerintah.
Saat TribunnewsBogor.com mendatangi lokasi pada Senin (13/4/2026) silam, ribuan motor matik dan trail listrik itu masih tersimpan rapi dan hanya memenuhi area samping gudang.
Namun, pemandangan berbeda terlihat pada Sabtu (6/6/2026).
Pascapenangkapan Dadan, kendaraan-kendaraan biru tersebut tampak makin menumpuk hingga meluber ke area halaman depan bangunan gudang.
Motor listrik bernilai triliunan itu kini hanya bisa berjajar mati.
Baca juga: Aktivitas Janggal Diler Motor Listrik MBG Sebelum Kasus BGN Terkuak, Ada Orang tapi Tertutup Rapat
Pihak pengelola tampak menutup rapat deretan kendaraan tersebut menggunakan kain jaring berwarna hitam guna melindunginya dari cuaca.
Bukan cuma motor, sebuah truk kontainer berlabel PT. Yasa Artha Tunggal (YAT) juga terlihat terparkir membisu di samping gudang konversi kendaraan listrik tersebut.
Sayangnya, tidak ada aktivitas mencolok yang terlihat di dalam maupun luar area luar gudang. Suasana tampak lengang bak kuburan.
Meski pintu gerbang gudang terlihat terbuka lebar, tak nampak batang hidung satu pun karyawan yang berlalu-lalang di sana.
Menurut kesaksian salah seorang pedagang paruh baya yang mangkal di sekitar lokasi, aktivitas di gudang tersebut sepi karena faktor hari libur akhir pekan.
"Sabtu mah sepi pada libur, kalau hari biasa mah ada karyawannya," ungkap pria paruh baya tersebut saat berbincang dengan TribunnewsBogor.com, Sabtu (6/6/2026).
(TribunTrends/TribunBogor)