Renungan Harian Katolik Minggu 7 Juni 2026, Ekaristi: Sakramen yang Mempersatukan dan Menghidupkan
Edi Hayong June 07, 2026 10:19 AM

Oleh : RP John Lewar SVD

Stasi Bateti dan Stasi Sikun
Paroki Besikama Malaka Timor

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus Minggu 7 Juni 2026 dari RP John Lewar SVD nusu SVD berjudul Ekaristi: Sakramen yang Mempersatukan dan Menghidupkan.

Renungan Harian Katolik dari RP John Lewar SVD merujuk pada Bacaan I : Ul. 8:2-3,14b-16a; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; 1Kor. 10:16-17; Yoh. 6:51-58. Warna Liturgi Putih

Hari ini kita merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus mengajak kita merenungkan anugerah terbesar yang ditinggalkan Yesus kepada Gereja-Nya, yaitu Ekaristi Kudus.

Dalam Ekaristi, Kristus tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi sungguh memberikan diri-Nya sebagai makanan rohani yang menghidupkan dan menyelamatkan.

Dalam Perjanjian Lama, Musa mengingatkan bangsa Israel untuk tidak melupakan Tuhan dan perintah-Nya, dan untuk selalu menghargai roti dan makanan yang diberikan Allah sebagai sumber kehidupan (Ul. 8:2-3,14b-16a).

Roti dan makanan bukan sekadar kebutuhan jasmani, tetapi simbol kasih Allah yang memelihara dan menyatukan umat-Nya. Dalam Mazmur 147, kita diajak untuk memuji Allah yang memulihkan kekuatan, membangun kota-Nya, dan memberikan makanan bagi semua makhluk-Nya.

Hal ini mengingatkan kita bahwa setiap pemberian Tuhan adalah sarana persatuan dan kehidupan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk seluruh komunitas.

Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus menekankan bahwa perjamuan Ekaristi bukan hanya ritual, tetapi sebuah pengalaman nyata persatuan: “Karena roti yang kita bagikan, bukankah itu persekutuan dengan Tubuh Kristus?” (1Kor. 10:16-17).

Saat kita menerima Tubuh dan Darah Kristus, kita diundang untuk bersatu bukan hanya dengan Kristus, tetapi juga membangun persatuan dalam komunitas Gereja.

Dalam Injil Yohanes 6:51-58, Yesus menegaskan, “Akulah roti hidup yang turun dari surga. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

Roti ini menghidupkan kita, memberi kekuatan dan keberanian untuk hidup dalam kasih, untuk melayani, dan untuk menjadi saksi Kristus di dunia. 

Ekaristi mempersatukan kita karena kita semua satu dalam Kristus, meski berbeda latar belakang, budaya, dan pengalaman. Ekaristi tidak berhenti pada altar.

Ia menghidupkan kita untuk keluar dan menjadi saksi kasih Allah dalam keluarga, lingkungan kerja, sekolah, dan masyarakat. 

Kita dipanggil untuk hidup sebagai komunitas yang bersatu dalam kasih, saling berbagi, dan memelihara persaudaraan.

Pesan Pastoral bagi Umat Katolik :

1. Hargai Ekaristi sebagai pusat hidup rohani. Hadirilah perayaan Misa dengan penuh kesadaran, karena setiap Misa adalah perjumpaan nyata dengan Kristus yang memberi hidup.

2. Jadilah saksi persatuan dalam komunitas. Seperti roti yang satu dibagikan kepada banyak orang, kita juga dipanggil untuk berbagi kasih, mempererat persaudaraan, dan menolong yang membutuhkan.

3. Biarkan Ekaristi menghidupkan tindakan sehari-hari. Tubuh dan Darah Kristus yang kita terima menuntun kita untuk hidup benar, adil, dan penuh kasih kepada sesama.

4. Senantiasa bersyukur dan memuji Allah. Ingatlah bahwa setiap berkat—jasmani maupun rohani—adalah hadiah Tuhan yang menyatukan dan menghidupkan kita.

Doa:

Tuhan Yesus, Engkau adalah Roti Hidup yang turun dari surga. Kami bersyukur atas karunia Ekaristi yang menjadi sumber dan puncak kehidupan kami. Bantulah kami untuk semakin mencintai Sakramen Mahakudus, sehingga hidup kami dipenuhi kasih-Mu dan menjadi berkat bagi sesama.

Jadikan kami satu tubuh dalam Engkau dan setia berjalan menuju kehidupan kekal yang Engkau janjikan. Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.