TRIBUN-SULBAR.COM - Pria inisial AR (41), yang menghabisi nyawa istrinya dan melukai putri kandungnya sendiri di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), ditanmgkap di rumah orangtuanya pada sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 01:00 WITA dini hari.
AR sebelumnya buronan selama tiga hari, usai menghabisi nyawa istrinya.
Baca juga: SAR Gabungan Temukan Korban Kedua Siswa SD Tenggelam di Sungai Mapilli Polman 3 Km dari Lokasi Awal
Baca juga: Selamatkan Sulbar! Krisis Ekologi dan Ancaman Bencana Kok Pemerintah Paksa Eksploitasi Tambang?
Kasi Humas Polres Mamuju Tengah, Ipda Edwar Hamsah, mengatakan, keberadaan tersangka terungkap setelah salah seorang anggota keluarga memberikan informasi kepada pihak kepolisian.
“Iya, tersangka sudah kami amankan di rumah orang tuanya sekitar pukul 01.00 WITA dini hari tadi,” ujar Ipda Edwar saat dikonfirmasi.
Informasi dari keluarga tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah bersama tiga personel yang bergerak cepat menuju lokasi.
Dalam operasi penyergapan yang berlangsung senyap, petugas berhasil mengamankan AR tanpa perlawanan berarti.
“Begitu menerima informasi dari keluarga tersangka, Kasat Reskrim bersama tiga personel langsung turun ke lapangan melakukan penyergapan. Saat ini tersangka sudah dijebloskan ke sel tahanan Polres Mateng,” tegas Edwar.
Meski pelaku telah diamankan, polisi masih mendalami motif di balik tragedi berdarah yang terjadi pada Rabu (3/6/2026) lalu.
Hingga kini, AR disebut lebih banyak diam saat menjalani pemeriksaan dan belum memberikan keterangan yang dapat menjelaskan alasan di balik perbuatannya.
“Motifnya masih terus kami dalami. Saat diperiksa, yang bersangkutan lebih banyak diam,” tambahnya.
Melihat perilaku tersangka yang dinilai tidak biasa, penyidik berencana membawa AR ke Polda Sulawesi Barat untuk menjalani pemeriksaan psikologi forensik guna memastikan kondisi kejiwaannya.
“Tersangka akan kami bawa ke Polda Sulbar untuk menjalani tes kejiwaan. Namun, untuk waktu pastinya kami masih berkoordinasi,” jelas Edwar.
Dengan tertangkapnya AR, pihak kepolisian mengimbau masyarakat Mamuju Tengah agar kembali tenang karena situasi keamanan dan ketertiban masyarakat telah kondusif. (*)