TRIBUNNEWS.COM - Dua raksasa Amerika Selatan, Brasil dan Argentina, sukses meraih kemenangan dalam rangkaian laga uji coba terakhir menjelang Piala Dunia 2026.
Meski sama-sama tidak tampil dengan kekuatan terbaiknya, keduanya tetap menunjukkan kualitas sebagai kandidat kuat di turnamen yang akan dimulai pada 12 Juni mendatang.
Brasil mengalahkan Mesir dengan skor 2-1, sementara Argentina menundukkan Honduras 2-0. Di laga lain, Curacao mencuri perhatian setelah membungkam Aruba empat gol tanpa balas.
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026: Bruno Fernandes Bersinar, Jerman Perpanjang Rekor, Inggris Belum Meyakinkan
Timnas Brasil menutup persiapan mereka menuju Piala Dunia dengan kemenangan tipis atas Mesir di Cleveland, Amerika Serikat.
Pasukan Carlo Ancelotti langsung unggul cepat pada menit ketujuh melalui tembakan gelandang Newcastle United, Bruno Guimaraes.
Namun keunggulan itu hanya bertahan tiga menit setelah Mostafa Ziko memanfaatkan kesalahan lini belakang Brasil untuk menyamakan kedudukan.
Brasil yang kembali tampil tanpa Neymar sempat kesulitan mengembalikan dominasi permainan. Bahkan mereka mendapat kabar kurang baik ketika bek Wesley mengalami cedera dan harus ditarik keluar lebih awal.
Momentum pertandingan berubah pada babak kedua. Ancelotti melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan penyerang muda Real Madrid, Endrick.
Keputusan itu langsung membuahkan hasil. Baru tujuh menit berada di lapangan, Endrick sukses menyambut umpan Raphinha dan mencetak gol yang memastikan kemenangan Brasil 2-1.
Gol tersebut semakin menegaskan status Endrick sebagai salah satu senjata utama Brasil di Piala Dunia 2026.
Di usia yang masih sangat muda, ia terus menunjukkan kemampuan menjadi pembeda saat tim membutuhkan.
Sementara itu, Vinicius Junior tampil sejak menit awal dan bermain selama 45 menit.
Meski tidak mencetak gol, winger Real Madrid tersebut tetap memberikan ancaman melalui kecepatan dan kreativitasnya di sisi serang.
Laga ini jadi uji coba terakhir Brasil. Selecao akan memulai perjalanan mereka di Grup C yang dihuni Maroko, Skotlandia, dan Haiti.
Baca juga: Bintang AC Milan Pusingkan Portugal Gegera Kelakuan Buruk Jelang Piala Dunia, Sanksi Berat Membayang
Jika Brasil menang tanpa Neymar, sang juara Dunia 2022, Argentina, melakukan hal serupa tanpa Lionel Messi.
Kapten sekaligus ikon Albiceleste itu tidak dimainkan saat Argentina menghadapi Honduras di Kyle Field, Texas.
Messi masih dalam tahap pemulihan setelah mengalami kelelahan otot menjelang bergabung dengan skuad nasional.
Meski tanpa pemain terbaiknya, Argentina tetap tampil dominan di hadapan puluhan ribu pendukung yang memadati stadion.
Gol pertama lahir pada menit ke-37 melalui eksekusi penalti Lautaro Martinez setelah Nicolas Tagliafico dilanggar di kotak terlarang.
Argentina kemudian menggandakan keunggulan pada awal babak kedua. Kali ini Lautaro berperan sebagai kreator lewat umpan tumit cerdik yang diselesaikan Giuliano Simeone menjadi gol.
Setelah unggul dua gol, pelatih Lionel Scaloni melakukan banyak rotasi pemain untuk menjaga kebugaran skuad menjelang turnamen.
Messi tetap tidak diturunkan hingga laga berakhir. Namun kondisi sang megabintang dilaporkan terus membaik dan berpeluang tampil pada laga uji coba terakhir.
Argentina masih dijadwalkan melawan Islandia sebelum memulai kampanye Piala Dunia dari Grup J menghadapi Aljazair, Austria, dan Yordania.
Sebagai juara bertahan, kemenangan ini menjadi modal penting bagi Argentina untuk menjaga kepercayaan diri sebelum mempertahankan gelar dunia mereka.
Di luar sorotan yang tertuju pada Brasil dan Argentina, Curacao menjadi salah satu tim yang tampil paling impresif.
Debutan Piala Dunia 2026 itu berhasil menghancurkan sesama tim Karibia, Aruba, dengan skor telak 4-0.
Menariknya, seluruh gol Curacao lahir pada babak kedua melalui empat pencetak gol berbeda, yakni Joshua Brenet, Jeremy Antonisse, Livano Comenencia, dan Juninho Bacuna.
Kemenangan tersebut memperlihatkan kesiapan Curacao menjelang Piala Dunia.
Meski bukan tim unggulan, La Familia Azul yang kini diasuh lagi Dick Advocaat menunjukkan bahwa mereka tidak datang ke Piala Dunia hanya untuk menjadi pelengkap.
Curacao sendiri baru pertama kali tampil di Piala Dunia. Negara yang terletak di Laut Karibia ini adalah negara terkeci yang pernah berpartisipasi di pesta akbar sepak bola empat tahunan.
Seperti diketahui, Piala Dunia 2026 mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 negara, meningkat dibanding format sebelumnya yang hanya melibatkan 32 tim.
Pengamat sepak bola dari Spietalg Indonesia, Adrian, menilai sistem baru itu pada dasarnya hanya memperpanjang fase gugur, meski tetap membuat turnamen terasa lebih menarik.
"Ini sebenarnya hanya menunda klimaks saja," ujar Adrian, dalam podcast Tribunnews berjudul "SUPER TAKTIK: Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 hingga Mimpi Timnas Indonesia".
Ia menambahkan, hadirnya lebih banyak peserta memberikan warna baru dalam turnamen, termasuk tim-tim yang kembali tampil setelah lama absen maupun negara yang baru pertama kali lolos ke Piala Dunia seperti Curacao.
"Banyak negara yang baru pertama kali main atau sudah lama sekali absen," katanya.
Adapun laga pertama Piala Dunia 2026 akan dimulai pada Jumat (12/6/2026) dinihari WIB dengan laga tuan rumah Meksiko vs Afrika Selatan.
(Tribunnews.com/Tio)