Setelah Dihujani Kritik, FIFA Longgarkan Aturan Soal Botol Air Minum di Stadion Piala Dunia 2026
Aurora Nightingale June 07, 2026 12:35 PM

TRIBUNNEWS.COM - FIFA telah mengumumkan pembaruan aturan mengenai penggunaan botol air minum di stadion selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, FIFA sempat memberlakukan larangan ketat bagi penonton untuk membawa berbagai jenis botol, termasuk botol minum yang dapat digunakan kembali (reusable bottle), hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai.

Kebijakan tersebut langsung menuai banyak kritik dari berbagai kalangan.

Larangan itu dinilai berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi para suporter, terutama karena pertandingan akan digelar di tengah cuaca panas di lokasi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Setelah menerima banyak masukan, FIFA akhirnya melonggarkan aturan terkait penggunaan botol air minum bagi penggemar yang akan menyaksikan langsung turnamen terbesar dunia tersebut, yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

FIFA Longgarkan Ketentuan untuk Penonton

Melalui pernyataan resmi yang dikutip dari BBC, FIFA menjelaskan bahwa larangan membawa botol air minum tidak berlaku untuk semua jenis wadah.

Kepala Operasional Piala Dunia 2026, Heimo Schirgi, menegaskan bahwa penonton tetap boleh membawa satu botol plastik sekali pakai yang masih tersegel dari pabrik.

"Setiap penonton diizinkan membawa satu botol air minum sekali pakai berbahan plastik lunak berukuran 20 ons (560 ml) yang masih tersegel dari pabrik ke dalam stadion," ujar Heimo Schirgi.

Meski demikian, FIFA tetap melarang penggunaan botol berbahan keras yang dapat diisi ulang dengan alasan keamanan.

"Yang tidak diperbolehkan adalah wadah air berdinding keras yang dapat ditutup kembali karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan keamanan," tambah Schirgi.

Perubahan Kebijakan Menjelang Turnamen

Berdasarkan kode etik resmi stadion Piala Dunia 2026, sebenarnya penonton masih diperbolehkan membawa botol plastik transparan yang dapat digunakan kembali dengan kapasitas maksimal satu liter.

Aturan tersebut tercantum dalam panduan stadion yang menyatakan: "Untuk menghindari kesalahpahaman, botol plastik kosong, transparan, dan dapat digunakan kembali dengan kapasitas hingga 1 liter boleh dibawa masuk ke stadion."

Namun, sekitar seminggu sebelum kick-off, FIFA tiba-tiba mengubah ketentuan tersebut dalam kode etik resmi.

FIFA menjelaskan bahwa revisi aturan ini bertujuan untuk mengurangi risiko cedera akibat lemparan benda keras dari tribun ke lapangan atau antarpenonton.

Air Minum Disediakan di Dalam Stadion

Saat ini, para penonton yang hadir di stadion diizinkan membawa satu botol air minum plastik sekali pakai yang masih tersegel dari pabrik.

Sementara itu, penggunaan botol isi ulang berbahan keras tetap tidak diperbolehkan selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

FIFA memastikan bahwa kebutuhan air minum penonton akan tetap terpenuhi selama pertandingan digelar.

Air minum dapat dibeli di area stadion, dan FIFA menjanjikan harga yang berlaku tetap wajar tanpa tambahan biaya di luar harga normal di lokasi pertandingan.

Piala Dunia 2026 Hadir dengan Warna Baru

Terlepas dari revisi aturan botol minum, Piala Dunia 2026 yang semakin dekat tetap menarik perhatian publik.

Turnamen kali ini akan menghadirkan format baru dengan jumlah peserta yang bertambah dari 32 menjadi 48 tim.

Pengamat sepak bola dari Spietalg Indonesia, Adrian, menilai sistem baru ini pada dasarnya memperpanjang fase gugur, namun tetap menambah daya tarik kompetisi.

"Sebenarnya ini hanya menunda klimaks saja," ujar Adrian dalam podcast Tribunnews berjudul "SUPER TAKTIK: Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 hingga Mimpi Timnas Indonesia".

Namun, kehadiran lebih banyak tim juga menghadirkan dinamika baru, termasuk kembalinya negara-negara yang lama absen serta debut tim-tim yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia.

"Banyak negara yang baru pertama kali tampil atau sudah lama sekali tidak lolos," tutup Adrian.

(Tribunnews.com/Isnaini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.