- Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mendapat sambutan spesial dalam acara pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957.
Bahlil mendadak terkejut dan sumringah saat naik ke atas panggung untuk memberi sambutan.
Kekagetan Bahlil seketika terlihat saat acara tersebut tiba-tiba memutar lagu viral di media sosial dengan lirik MBG Mas Bahlil Ganteng.
Dalam momen tersebut seketika suasana ruangan menjadi cair dan riuh di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/6).
Dengan wajah tersenyum lebar Bahlil terlihat tak berhenti tertawa saat mendengar lagu viral yang berjudul ‘My Little Bolu Ketan’ itu.
Mendengar lagu berlirik yang menyebut namanya, Bahlil tampak terkejut dan sempat menoleh ke belakang arah peserta.
Sambil menaiki tangga podium Bahlil terlihat menepuk keningnya dan menunjukkan senyum terheran-heran.
Tak lama Bahlil lantas tertawa hingga seluruh peserta juga mengikuti lagu tersebut.
Bahlil bahkan sempat mengaku pikirannya bubar saat mendengar lagu yang diputar dengan lirik Mas Bahlil Ganteng.
Bahlil juga menyebut sebelum mendengar lagu itu dirinya telah serius dan konsentrasi penuh untuk memberikan pidato.
“Aduh, saya tadi tuh serius mendengar pidato teman saya, Pak Dave. Saya lihat UMKM, Koperasi. Hati-hati Pak Maman, terancam Bapak malam ini,” kata Bahlil merespons sambutan unik tersebut.
“Tadi saya serius, begitu pas naik, MBG. Aduh bubar lagi pikiran saya,” tambahnya kembali memancing gelak tawa.
Pengakuan Bahlil itu sontak kembali memacing gelak tawa peserta.
Diketahui, lagu viral dengan lirik unik yang mengkaitkan MBG dengan Mas Bahlil Ganteng tengah digandrungi publik.
Bahkan lagu itu menjadi viral dan sorotan banyak kalangan hingga anak-anak.
Meski menjadi bahan candaan namun Bahlil menilai hal itu sebagai bagian dari hiburan.
Alih-alih marah, justru Bahlil sempat mengaku penasaran dan ingin bertemu dengan sosok pencipta lagu tersebut.
“Enggak, itu kan biasa aja. Itu kan hiburan buat rileks bagi peserta. Dan itu juga adalah bentuk komunikasi antara pimpinan partai dengan kader dan anggota. Jadi saya pikir biasa aja,” kata dia.
“Kan sudah saya ngomong waktu itu ya (penasaran),” ujarnya.