Dadan Hindayana jadi Orang Kepercayaan Prabowo Sejak Zaman Jokowi, Kini jadi Tersangka Korupsi MBG
Evan Saputra June 07, 2026 12:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Dadan Hindayana adalah orang kepercayaan Prabowo Subianto sejak zaman Joko Widodo.

Saat menjabat sebagai Presiden, Prabowo memberikan amanah kepada Dadan untuk menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), program unggulan Prabowo.

Namun amanah tersebut tidak dapat dijalankan dengan baik oleh Dadan, hingga jabatannya sebagai Kepala BGN dicopot dan kini menjadi tersangka korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Adapun sosok Dadan yang menjadi orang kepercayaan Prabowo ini diungkapkan oleh Kepala Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi.

Menurut Hasan Nasbi, Dadan merupakan sosok yang memiliki kedekatan dan kepercayaan tinggi dari Presiden Prabowo Subianto sejak awal pembentukan BGN.

Namun, kedekatan tersebut disebut tidak menjadi penghalang bagi penegakan hukum ketika muncul dugaan pelanggaran yang kini tengah ditangani Kejaksaan Agung.

Baca juga: Sosok Chatib Basri Disebut Figur Ideal Gantikan Menkeu Purbaya, Mantan Menteri Keuangan Era SBY

Ia menegaskan bahwa proses hukum terhadap Dadan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu.

Dadan disebut sebagai sosok yang paling dipercaya dan disayang oleh Prabowo.

Namun, hal itu dibalas oleh Dadan dengan pengkhianatan, yakni kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi wajah Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, pada Jumat (5/6/2026).

Hasan Nasbi menjelaskan bahwa dirinya dilantik sebagai Kepala PCO berbarengan dengan Dadan Hindayana.

Meski dilantik Jokowi, kata Hasan Nasbi, Dadan Hindayana adalah titipan Prabowo Subianto yang saat itu sudah terpilih di Pilpres 2024 dan menunggu pelantikan.

Pun BGN dan Kantor PCO adalah lembaga baru yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto.

“Agustus 2024 saat mau dilantik jadi PCO Presidennya masih Jokowi, Prabowo masih Menhan, pagi hari sebelum dilantik saya sowan ke rumah Prabowo dan ada menteri hukum mau dilantik dan ada Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan, yang juga mau dilantik."

"Dan Kantor Komunikasi Kepresidenan serta BGN disiapkan Jokowi atas permintaan Prabowo sebagai presiden terpilih,” kata Hasan Nasbi dalam tayangan YouTube pribadinya.

Sebelum dilantik oleh Jokowi, Hasan Nasbi saat itu menyempatkan diri sowan ke rumah Prabowo Subianto.

Ketika itu, pesan Prabowo yang diulang berkali-kali kepadanya ialah larangan soal korupsi.

Menurut Hasan Nasbi, hanya pesan itu saja yang disampaikan Prabowo.

Hal ini menandakan betapa pentingnya pesan larangan korupsi itu bagi Prabowo.

Hasan Nasbi pun meyakini pesan yang sama juga disampaikan Prabowo kepada menteri lain yang saat itu hendak dilantik Jokowi, yakni Dadan Hindayana.

Namun, kata Hasan Nasbi, di pertengahan jalan ternyata Dadan Hindayana mencoreng nama Prabowo di lembaga yang menjadi wajah Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Hal itu pun, kata Hasan Nasbi, direspons cepat oleh Prabowo dengan bukti penangkapan Dadan Hindayana oleh Kejaksaan Agung RI.

Baca juga: Penampakan Motor Listrik MBG Pesanan Dadan Hindayana Dibeli Rp 42 Juta per Unit, Kini jadi Tersangka

Menurut Hasan Nasbi, penangkapan Dadan Hindayana adalah bukti bahwa tidak ada orang yang kebal hukum meskipun menjadi orang kesayangan Prabowo Subianto sekalipun.

Hal ini dibuktikan dari Dadan Hindayana sebagai orang kepercayaan Prabowo yang pada akhirnya tetap dijebloskan ke penjara usai ketahuan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kemarin kita menemukan sebuah kejadian, presiden akhirnya memberhentikan orang yang paling beliau percaya, orang yang paling dekat dengan beliau, dan orang yang memegang program prioritas terbesar Presiden Prabowo beliau berhentikan karena menemukan beberapa hal yang harus dihentikan.

Dan besoknya orang tersebut serta beberapa orang lainnya ditahan Kejagung dengan tuduhan seperti yang dilarang presiden.

Dibuktikan orang paling dekat beliau, orang paling percaya, orang paling disayangi, sekarang diusut dan diserahkan ke proses hukum,” jelas Hasan Nasbi.

Menurut Hasan Nasbi, penangkapan Dadan Hindayana menjadi pesan yang jelas dari Prabowo.

Bahwa siapa pun yang merasa memiliki kedekatan personal dengan Prabowo tidak akan kebal hukum apabila ketahuan korupsi.

Maka, Hasan Nasbi mengingatkan bahwa penangkapan Dadan Hindayana menjadi introspeksi bagi semua anak buah Prabowo untuk segera memperbaiki diri.

Diketahui Dadan Hindayana memang sudah mengenal Prabowo Subianto secara pribadi jauh sebelum menjadi Kepala BGN.

Dadan mengaku mengenal Prabowo saat dirinya sebagai ahli serangga berhasil mengobati salah satu tanaman kesayangan Prabowo yang mati karena serangga.

Dari situlah kedekatan Dadan dan Prabowo terjalin hingga dipercaya untuk memegang jabatan sebagai Kepala BGN.

Prabowo Sedih Copot Dadan

Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya sebenarnya sangat sedih karena harus mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, dan para Wakil Kepala BGN, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Prabowo mengakui dirinya begitu menyayangi dan memercayai mantan pimpinan BGN itu dalam menjalankan tugas negara yang berat.

Adapun ketiga sosok tersebut telah ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) karena kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya juga sebetulnya hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara, yang sangat berat," ujar Prabowo, di hadapan 12.000 penggerak MBG di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026).

Meski begitu, Prabowo mengatakan tidak ingin banyak komentar, mengingat Dadan, Sony, dan Lodewyk sedang menghadapi masalah hukum.

Dia menegaskan tidak akan berusaha memengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.

"Tapi, yang jelas, mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya. Tapi, saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Sumitro, pernah mengatakan kepada saya, 'Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu'," tutur Prabowo.

Prabowo mengatakan, dirinya memang sudah mendapat laporan mengenai adanya kekurangan, kejanggalan, dan penyelewengan dalam pelaksanaan program MBG oleh pimpinan BGN.

Dia mengingatkan bahwa pengaruh pimpinan sangat besar dalam setiap organisasi. Sehingga, jika pemimpinnya tidak baik maka organisasinya juga tidak akan baik.

"Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur," tutur Prabowo.

(Bangkapos.com/Wartakotalive.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.