Harga jersey Timnas Iran di Bandung, Staf Tim Melli Dipersulit AS Dapat Visa Jelang Piala Dunia 2026
Eri Ariyanto June 07, 2026 12:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Harga jersey Timnas Iran di pasaran Indonesia khususnya di Bandung, Jawa Barat, bervariasi tergantung kualitas, jenis, dan tingkat keasliannya. 

Bagi penggemar sepak bola yang ingin mengoleksi jersey tim berjuluk Team Melli tersebut, tersedia berbagai pilihan dengan rentang harga yang cukup luas. 

Jersey grade lokal atau fan issue menjadi pilihan paling ekonomis dengan harga mulai Rp65.000 hingga Rp150.000. 

Produk ini umumnya dibuat oleh konveksi lokal dan sudah menyediakan opsi cetak nama serta nomor punggung. 

Sementara itu, jersey grade ori impor dibanderol sekitar Rp150.000 hingga Rp300.000 dengan kualitas bahan yang lebih baik. 

Detail bordir dan desainnya juga lebih mendekati jersey yang digunakan para pemain profesional. 

Untuk kolektor yang menginginkan produk resmi, jersey original autentik Timnas Iran dijual sekitar Rp2 juta hingga Rp2,2 juta. 

Harga tersebut bisa lebih tinggi jika dibeli melalui situs internasional karena adanya biaya pengiriman dan pajak impor. 

Beragam pilihan jersey Timnas Iran dapat ditemukan dengan mudah di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia. 

Konsumen disarankan menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan serta anggaran yang dimiliki sebelum membeli.

Baca juga: Harga Jersey Piala Dunia 2026 di Bandung, World Cup 2026 Jadi Panggung Terakhir Messi dan Ronaldo?

Pemerintah Amerika Serikat menolak visa kepada sebagian besar staf pendukung Timnas Iran

Seperti diketahui, Pemerintah Amerika Serikat menolak visa kepada sebagian besar staf pendukung Timnas Iran untuk bisa menjadi bagian di Piala Dunia 2026.

Kabar tersebut diungkap oleh Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) yang menuduh Amerika Serikat sengaja menolak visa 'anggota manajerial dan administratif kunci' di tim nasional mereka.

Dikutip dari ESPN, Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeini, dan wakil presidennya, Mehdi Mohammad Nabi, termasuk di antara 14 staf dan pejabat pendukung yang visanya ditolak.

Meski demikian, tidak diketahui apakah Amerika Serikat telah memberi visa kepada presiden federasi Iran, Mehdi Taj.

Kedutaan Besar Iran di Turkiye pada Sabtu (6/6/2026) waktu setempat melempar protes kepada Duta Besar AS untuk Turkiye, Tom Barrack.

Sebelumnya, Tom Barrack mengunggah kata-kata pujian kepada staf Kedutaan Besar AS di Ankara dalam memproses visa untuk tim Iran.

"Mengapa Anda tidak mengatakan bahwa visa ditolak kepada sebagian besar staf manajerial dan eksekutif, penasihat teknis, dan lainnya yang merupakan bagian integral dari tim sepak bola nasional mana pun?" tulis akun kedutaan di X.

NASIB TIMNAS IRAN - Timnas Iran di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram/@iran_football_federation)

Kecam Pemerintah AS, Bawa Konflik ke Olahraga

Kedutaan Iran mengecam tindakan dari pemerintah Amerika Serikat yang merasa membawa permusuhan ke ranah olahraga.

Menurut mereka, masalah ini mencederai makna sportivitas dan merampas hak Timnas Iran untuk tampil di Piala Dunia 2026.

"Dengan memperluas permusuhan Anda yang sembrono terhadap bangsa Iran ke ranah olahraga, pemerintah AS pada praktiknya merampas hak tim nasional Iran untuk bermain di Piala Dunia dalam kondisi normal dan tanpa tekanan dan stres yang tidak semestinya," kata postingan tersebut.

"Anda tidak bisa menutupi perilaku yang melanggar peraturan FIFA dan melanggar kewajiban Amerika Serikat sebagai tuan rumah hanya dengan memuji diri sendiri," demikian bunyi unggahan Iran tersebut.

Timnas Iran telah berangkat dari Turkiye menuju pusat pelatihan mereka di Meksiko pada Sabtu waktu setempat, untuk menghadapi tiga laga fase grup di Amerika Serikat.

Karena masalah visa, Timnas Iran juga akhirnya memindahkan basis pelatihannya dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko, yang berbatasan dengan California.

Amerika Serikat Antisipasi Kehadiran IRGC

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberi pernyataan terkait perizinan visa bagi para delegasi Iran di Piala Dunia 2026.

Marco Rubio menjelaskan bahwa pemerintahan Trump tidak memiliki masalah untuk memberikan visa kepada Timnas Iran dalam keterangannya di Capitol Hill awal pekan ini.

Namun, delegasi Iran akan dipantau secara ketat untuk mencari siapa pun yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

"Kami tidak memiliki masalah dengan para atlet, seperti yang telah kami nyatakan sebelumnya, atau staf pendukung mereka," kata Rubio selama sidang subkomite Alokasi Anggaran DPR dikutip dari ABC News. 

"Tetapi yang tidak akan kami izinkan adalah mereka memasukkan sejumlah orang dalam delegasi mereka yang kami tahu tidak ada hubungannya dengan atletik dan memiliki hubungan dengan IRGC atau hal-hal semacam itu."

"Jadi kami akan mengamati hal itu dengan sangat cermat, dan kami akan terus mengamati hal itu dengan sangat cermat," tandasnya.

(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)(Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.