Kiriman Sampah dari Hulu Jadi Tantangan, Pembersihan Muara Angke Dikebut
Mochamad Dipa Anggara June 07, 2026 01:33 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat penanganan tumpukan sampah di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, dengan target seluruh proses pembersihan rampung pada Sabtu (6/6/2026).

Upaya tersebut dilakukan melalui operasi pembersihan yang melibatkan ratusan personel, alat berat, hingga armada kapal pengangkut sampah guna mengatasi penumpukan yang terjadi di kawasan pesisir tersebut.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris, mengatakan kegiatan pembersihan telah berlangsung sejak Rabu (3/6/2026) dan menunjukkan perkembangan signifikan.

Berdasarkan hasil pemantauan hingga Jumat (5/6/2026), progres penanganan sampah di lokasi telah mencapai sekitar 85 hingga 90 persen.

“Pembersihan terus dipercepat agar seluruh tumpukan sampah di Muara Angke bisa ditangani pada akhir pekan ini,” kata Afan dari keterangan resminya pada Sabtu (6/6/2026).

Untuk mempercepat proses pembersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan 100 petugas lapangan yang bekerja di sejumlah titik penumpukan sampah.

Selain itu, dua unit ekskavator amfibi diturunkan untuk membantu proses pengangkatan sampah dari area perairan dan pesisir yang sulit dijangkau secara manual.

Pemprov DKI juga mengoperasikan tiga kapal pengangkut sampah yang bertugas mengangkut material sampah dari lokasi menuju tempat pengolahan.

Seluruh personel dan peralatan tersebut difokuskan untuk mempercepat pengangkutan serta penanganan sampah yang menumpuk di kawasan Muara Angke.

Setelah proses pembersihan dinyatakan selesai, DLH DKI Jakarta akan melanjutkan langkah pengawasan guna mencegah persoalan serupa kembali terjadi.

Pemantauan dan inspeksi rutin akan dilakukan di kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan pesisir.

Menurut Afan, salah satu tantangan terbesar dalam pengendalian sampah di wilayah pesisir Jakarta adalah kiriman sampah dari daerah hulu yang terbawa arus sungai hingga bermuara ke laut.

Kondisi tersebut menyebabkan sampah terus berdatangan meskipun pembersihan dilakukan secara berkala.

Karena itu, penanganan tidak hanya difokuskan di hilir, tetapi juga dilakukan dari wilayah hulu dengan memperkuat sistem pengendalian sampah di aliran sungai.

Langkah yang dilakukan antara lain melalui pengoperasian sekat dan saringan sampah untuk menahan material sampah agar tidak terus mengalir menuju kawasan pesisir.

Selain membersihkan tumpukan sampah yang sudah terlanjur menumpuk, Pemprov DKI Jakarta juga terus memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

Strategi tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke badan air sekaligus mencegah pencemaran lingkungan yang lebih luas.

Afan menegaskan keberhasilan pengendalian sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Karena itu, warga diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air maupun berbagai badan air lainnya.

Dia mengingatkan kebiasaan membuang sampah ke sungai, kali, waduk, situ, embung, dan saluran air dapat memperburuk kualitas lingkungan serta meningkatkan risiko banjir saat musim hujan.

“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan terhindar dari berbagai dampak negatif, termasuk banjir,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.