Menjelajah Pasar Kakiyah, Surga Belanja Oleh-oleh Jemaah Haji di Makkah
Tiara Shelavie June 07, 2026 02:38 PM

 

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Puncak ibadah haji telah usai.

Kini, banyak jemaah haji Indonesia memanfaatkan waktu menjelang kepulangan ke Tanah Air untuk berburu oleh-oleh bagi keluarga dan kerabat yang menanti di kampung halaman.

Salah satu destinasi favorit yang ramai dikunjungi jemaah adalah Pasar Kakiyah di Makkah. 

Berlokasi di Jalan Ibrahim Al-Khalil, pasar ini berjarak sekitar 8 kilometer dari Masjidil Haram dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit.

Saat tim Media Center Haji (MCH) 2026 berkunjung ke lokasi pada Sabtu (6/6/2026) sore, suasana pasar tampak begitu hidup. 

Lorong-lorongnya dipadati jemaah dari berbagai negara yang sibuk memilih buah tangan khas Tanah Suci.

Tak sedikit pula jemaah Indonesia yang terlihat menenteng kantong belanja berisi aneka oleh-oleh. 

Karena kelengkapan barang dan harga yang relatif terjangkau, kawasan ini kerap dijuluki sebagai "Tanah Abang-nya Makkah".

Bangunan pasar yang terdiri dari tiga lantai itu menampung lebih dari 200 toko. 

BELANJA DI KAKIYAH - Jemaah haji memadati halaman depan Pasar Kakiyah, Makkah, Sabtu (6/6/2026). Pasar Kakiyah menjadi surga belanja oleh-oleh bagi jemaah haji di Makkah.
BELANJA DI KAKIYAH - Jemaah haji memadati halaman depan Pasar Kakiyah, Makkah, Sabtu (6/6/2026). Pasar Kakiyah menjadi surga belanja oleh-oleh bagi jemaah haji di Makkah. (Media Center Haji 2026/Sri Juliati)

Baca juga: Cara Download Sertifikat Haji 2026 Lewat Kartu Nusuk, Bisa Disimpan dalam Format PDF dan Gambar

Beragam kebutuhan dan suvenir tersedia di sana, mulai dari cokelat, kurma, abaya, peci, kerudung, sorban, sajadah, tasbih, gantungan kunci, tas, miniatur Ka'bah, teko khas Arab, bumbu masakan, hingga parfum.

Salah satu barang yang masih menjadi favorit jemaah Indonesia adalah boneka unta yang dapat mengeluarkan suara talbiyah. 

Boneka tersebut dijual mulai 10 riyal dan mudah ditemukan di hampir setiap sudut pasar.

Meski berada di Kota Makkah, tidak semua barang yang dijual di Pasar Kakiyah atau Sûq al-Ka'kiyah lil Jumlah berasal dari Arab Saudi. 

Sebagian besar produk justru didatangkan dari berbagai negara seperti Turki, Bangladesh, dan China. Namun hal itu tidak mengurangi daya tarik pasar tersebut. 

Bagi jemaah haji, Pasar Kakiyah tetap menjadi salah satu tujuan utama untuk berburu oleh-oleh dengan harga yang lebih ramah di kantong dibandingkan pusat perbelanjaan di sekitar Masjidil Haram.

Ada satu hal lain yang membuat pengalaman berbelanja di Pasar Kakiyah terasa lebih mudah bagi jemaah Indonesia.

Banyak pedagang di pasar ini ternyata mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia, mulai dari sekadar menyapa, menawarkan barang dagangan, hingga melayani proses tawar-menawar.

"Ayo ibu, bapak, murah-murah," ujar seorang pedagang di Pasar Kakiyah ketika menyambut jemaah haji yang menyambangi tokonya.

Sementara itu, seorang jemaah, Nur Rohmat dari Kloter SOC 76  mengaku sengaja datang ke Pasar Kakiyah untuk membelikan oleh-oleh bagi keluarga di rumah.

Bersama sang istri dan rombongan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), ia membeli berbagai barang, mulai dari abaya untuk sang istri, aneka pernik hiasan, hingga makanan dan cokelat khas Arab Saudi.

"Belanja di sini seru karena barangnya lengkap. Istri beli abaya, ada juga pernak-pernik, hiasan, sama oleh-oleh makanan dan cokelat untuk keluarga di rumah," ujar Nur Rohmat yang merupakan warga Banyumas, Jawa Tengah.

Hal senada disampaikan Abdul Aziz Dakirin, rekan satu rombongan Nur Rohmat. 

Menurut dia, Pasar Kakiyah menjadi pilihan banyak jemaah karena menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan toko-toko oleh-oleh lainnya.

Menawar menjadi salah satu kunci kesuksesan belanja di Pasar Kakiyah.

"Kalau di Kakiyah bisa lebih murah sekitar 30 sampai 50 persen. Tapi memang harus pintar menawar," kata Abdul Aziz.

Menariknya, sebagian pedagang juga menerima pembayaran menggunakan uang rupiah. 

Jemaah cukup menunjukkan lembaran rupiah yang mereka miliki untuk kemudian dihitung nilai tukarnya oleh pedagang.

"Belanjanya bisa pakai uang Jokowi atau Prabowo juga," ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Abdul Aziz, jika dibandingkan dengan harga barang serupa di Indonesia, selisihnya tidak terlalu jauh. 

Namun sensasi membeli langsung oleh-oleh dari Tanah Suci menjadi nilai tersendiri bagi para jemaah haji.

"Bahkan kalau dibandingkan dengan Indonesia, harganya hampir imbang untuk beberapa barang. Tapi karena belinya langsung dari Makkah, rasanya tentu berbeda," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.