Investor Asing Ramai-ramai Jual Saham Indonesia, IHSG Anjlok
Desy Selviany June 07, 2026 03:35 PM

TRIBUNDEPOK-Investor asing ramai-ramai jual saham Indonesia di tengah indeks saham gabungan (IHSG) terus menerus anjlok. 

Seruan untuk menjual saham Indonesia diantara investor global meningkat. 

Investor global semakin kehilangan kepercayaan pada Indonesia.  

Dimuat Kontan.id Jumat (5/6/2026) tren jual beli saham di Asia saat ini bahkan bertajuk Sell Indonesia.

Hal itu diungkapkan George Boubouras, kepala riset di hedge fund K2 Asset Management, yang mengelola sekitar US$ 4,3 miliar. 

Setelah puluhan tahun berinvestasi di Indonesia, Bourbouras juga keluar sepenuhnya dari pasar pada 2024. 

Banyak faktor dari anjloknya IHSG selama beberapa bulan terakhir selain karena perang di Timur Tengah. 

Yuxuan Tang, kepala strategi suku bunga dan valuta asing Asia di JPMorgan Private Bank, Hong Kong mengakatakan ketidakpastian politik domestik adalah risiko tipikal di pasar berkembang, dan investor global cenderung menunggu sampai ada prediktabilitas kembali. 

Investor juga mencermati potensi penurunan peringkat kredit negara serta keberlanjutan fiskal sejumlah program prioritas pemerintah yang membutuhkan anggaran besar, termasuk program makan bergizi gratis. 

Ketidakpastian tersebut memicu aksi jual di berbagai aset Indonesia sepanjang tahun ini. 

IHSG tercatat telah turun lebih dari 30 persen, sementara nilai tukar rupiah melemah hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat pada Kamis (4/6/2026). Sepanjang tahun berjalan, rupiah telah terdepresiasi lebih dari 4,5 % . 

Tekanan pasar juga membuat Indonesia kehilangan status sebagai pasar saham terbesar di Asia Tenggara. 

Baca juga: Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air, Pulang Bawa Komitmen Total 18,5 miliar Dolar Amerika

Pada akhir Mei, posisi tersebut diambil alih Singapura setelah penurunan tajam harga saham di Indonesia menggerus kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia. 

Eksklusi terbaru dari indeks global menjadi perhatian besar mengingat Indonesia selama puluhan tahun berupaya meningkatkan representasinya dalam berbagai indeks internasional.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup turun 4,20 % ke level 5.594,77 pada Jumat (5/6/2026). Seluruh sektor tercatat melemah, dengan penurunan terdalam pada sektor transportasi yang terkoreksi hingga 5,97 % .

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, tekanan jual di pasar masih dipicu oleh ketidakpastian kebijakan dan sentimen negatif domestik. 

“Beberapa ketidakjelasan kebijakan pemerintahan dan rumor pasar direspons negatif oleh pelaku pasar, sehingga kembali mendorong tekanan jual pada pasar modal Indonesia,” ujar Alrich dimuat Kontan.id Minggu (7/6/2026).

(Wartakotalive.com/DES/Kontan.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.