WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Memasuki masa Novena Hati Kudus Yesus yang berlangsung pada 3-11 Juni 2026, umat Katolik di seluruh dunia kembali diajak memasuki perjalanan rohani yang mengarahkan hati kepada kasih Kristus.
Bagi banyak umat, novena sering kali identik dengan permohonan doa untuk berbagai kebutuhan hidup.
Namun, di balik devosi yang telah hidup selama berabad-abad itu, tersimpan makna yang jauh lebih mendalam yakni perjumpaan pribadi dengan Yesus yang mengasihi tanpa syarat.
Pater Arkadeus Jabur, OCD, yang akrab disapa dengan Romo Deus atau Pater Deus mengatakan bahwa inti Novena Hati Kudus Yesus bukanlah sekadar meminta sesuatu kepada Tuhan, melainkan mengalami kasih Allah yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
"Yang paling menyentuh dari novena ini adalah perjumpaan dengan kasih Allah yang sangat pribadi dan tanpa syarat. Hati Kudus Yesus bukan sekadar simbol lahiriah, melainkan tanda bahwa Yesus Kristus telah menyerahkan diri demi keselamatan kita," ujar Pater Deus.
Menurut imam dari Ordo Karmel Tak Berspatu ini, devosi kepada Hati Kudus mengingatkan umat bahwa Allah tetap mengasihi setiap orang, termasuk mereka yang sedang terluka, lemah, berdosa, atau merasa tidak layak.
Dari lambung Yesus yang tertikam di kayu salib mengalir darah dan air, yang dalam tradisi Gereja menjadi tanda kasih Allah yang terus bekerja menyelamatkan manusia.
Karena itu, novena bukanlah sarana untuk memaksa Tuhan mengabulkan keinginan manusia.
Sebaliknya, novena menjadi proses pembentukan hati agar semakin mampu mengenali dan menerima kehendak Allah.
"Banyak orang ikut novena untuk minta sesuatu, tetapi tujuan terdalamnya bukan sekadar mendapat apa yang diminta. Novena mengajak kita belajar mempercayakan seluruh hidup kita kepada Tuhan," katanya.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, banyak orang mencari jawaban melalui media sosial, kecerdasan buatan (AI), hingga berbagai praktik ramalan.
Pater Deus menilai hal itu menunjukkan kerinduan manusia akan kepastian dan makna hidup.
Namun, ia menegaskan bahwa novena menawarkan sesuatu yang berbeda.
"Media sosial atau AI dapat memberikan informasi dan perspektif, tetapi dalam novena kita bertemu secara pribadi dengan Kristus yang hidup. AI membantu berdasarkan data, sedangkan Kristus memberi terang, makna hidup, dan mengubah hati manusia," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa Gereja menolak segala bentuk ramalan karena tidak membawa manusia pada relasi yang benar dengan Tuhan.
Menurutnya, novena tidak bertujuan mengetahui masa depan, melainkan memohon rahmat agar mampu menjalani masa depan bersama Allah.
Dalam pengalaman pastoralnya, Pater Deus mengaku lebih sering menyaksikan mukjizat berupa perubahan hati daripada peristiwa luar biasa yang spektakuler.
Banyak umat yang mengalami pertobatan, berdamai dengan anggota keluarga, menemukan kembali harapan setelah putus asa, atau kembali aktif dalam kehidupan menggereja setelah sekian lama menjauh.
"Yang paling nyata adalah kasih Kristus yang menyentuh hati dan mengubah cara manusia memaknai hidupnya," tuturnya.
Ia juga menyoroti kegelisahan yang banyak dialami generasi muda saat ini.
Menurutnya, ketertarikan pada tarot, astrologi, maupun berbagai sumber jawaban instan lahir dari kebutuhan akan kepastian, pendampingan, dan makna hidup.
"Anak muda mencari kepastian, makna hidup, dan pendampingan di tengah ketidakpastian. Gereja harus hadir dengan sikap mendengar dan menyambut, bukan menghakimi," kata Pater Deus.
Karena itu, Gereja dipanggil untuk menghadirkan komunitas yang ramah, imam dan pembimbing yang siap mendengarkan, serta ruang bagi kaum muda untuk mengalami kasih Kristus secara nyata.
Menjelang Perayaan Hati Kudus Yesus, Pater Deus mengajak umat yang sedang lelah, kecewa, gagal, atau kehilangan harapan untuk tidak takut datang kepada Tuhan.
"Jangan takut mendekat ke Hati Yesus yang Mahakudus. Hati Kudus Yesus adalah tempat perlindungan bagi yang kecewa, bingung, gagal, atau kehilangan harapan. Tidak ada luka yang terlalu dalam bagi belas kasih-Nya," ujarnya.
Baginya, Novena Hati Kudus Yesus adalah undangan untuk tinggal dalam kasih Allah dan menemukan kembali harapan di tengah dunia yang semakin sibuk menawarkan jawaban-jawaban instan.
Sebab tujuan utama novena bukanlah memperoleh apa yang dimohon, melainkan mengalami pembaruan hati agar semakin menyerupai Kristus yang lemah lembut, rendah hati, dan penuh belas kasih.
Melalui Novena Hati Kudus Yesus yang berlangsung hingga 11 Juni 2026, umat diajak membawa seluruh suka dan duka kehidupan ke hadapan Tuhan.
Dalam keheningan doa dan perjumpaan dengan Kristus, setiap orang diingatkan bahwa mereka tidak pernah berjalan sendirian.
Hati Yesus tetap terbuka sebagai sumber pengharapan, tempat perlindungan, dan tanda kasih Allah yang setia menyertai manusia sepanjang zaman.