Bidik Prestasi di Asian Para Games 2026, Indonesia Matangkan Pembinaan Atlet Disabilitas
Glery Lazuardi June 07, 2026 01:35 PM

TRIBUNNEWS.COM – Kontingen Indonesia mulai mematangkan persiapan menuju ajang Asian Para Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 18-24 Oktober 2026.

Ajang multiolahraga terbesar bagi atlet penyandang disabilitas di Asia tersebut menjadi target penting bagi Indonesia setelah sukses meraih hasil gemilang pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand.

Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, memastikan persiapan atlet nasional telah berjalan jauh sebelum pemusatan latihan nasional (pelatnas) resmi dibuka.

Menurutnya, pembinaan atlet disabilitas oleh National Paralympic Committee Indonesia telah dilakukan sejak tahun lalu sehingga atlet memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat Asia tersebut.

"Secara nyata NPC sudah melakukan persiapan sejak tahun lalu. Secara formal memang baru dimulai bulan lalu setelah pembentukan pelatnas oleh Kemenpora. Harapannya pada Oktober nanti kita siap meraih prestasi semaksimal mungkin," ujar Reda dalam rangkaian pertemuan ASEAN Para Sports Federation (APSF) General Assembly 2026.

Pembinaan Atlet

Untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet disabilitas, Kejaksaan Agung bersama NPC Indonesia menjalankan program Jaga Inklusi Juara.

Program ini dirancang untuk membangun sistem pendataan, pemantauan, dan evaluasi atlet disabilitas secara nasional.

Reda menjelaskan, sistem tersebut memiliki tiga fungsi utama. Pertama, mendata atlet dan calon atlet disabilitas dari seluruh Indonesia berdasarkan klasifikasi serta cabang olahraga yang sesuai.

Kedua, memonitor perkembangan latihan atlet melalui laporan berkala yang diinput langsung oleh pelatih di daerah.

"Kami ingin seluruh perkembangan atlet dapat terpantau dengan baik. Pelatih diwajibkan menginput progres atlet sehingga NPC pusat dapat melihat perkembangan yang terjadi di daerah," jelasnya.

Fungsi ketiga adalah memantau dukungan anggaran pemerintah daerah terhadap pembinaan atlet disabilitas.

Melalui sistem tersebut, NPC Indonesia dan Kejaksaan dapat mengetahui tingkat komitmen daerah dalam mendukung atlet penyandang disabilitas.

"Jika ditemukan anggaran yang sangat minim atau terdapat kesenjangan yang terlalu jauh dibandingkan pembinaan atlet non-disabilitas, data tersebut akan menjadi bahan evaluasi," tegas Reda.

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan kesetaraan dan inklusivitas dalam dunia olahraga nasional.

Baca juga: Kemensos Buka Peluang Kerja Sama dengan SOIna Dukung Atlet Disabilitas Intelektual

Indonesia Selangkah Lebih Maju

Reda menilai Indonesia saat ini memiliki keunggulan dibanding sejumlah negara Asia Tenggara dalam pembinaan olahraga disabilitas.

Salah satu faktor pendukungnya adalah keberadaan pusat pelatihan khusus atlet disabilitas di Karanganyar, Jawa Tengah.

"Indonesia sudah memiliki training camp khusus atlet disabilitas di Karanganyar. Di Asia, fasilitas seperti ini masih sangat terbatas dan menjadi salah satu keunggulan Indonesia dalam pembinaan atlet disabilitas," katanya.

Sukses di ASEAN Para Games 2025 Jadi Modal

Optimisme menuju Asian Para Games 2026 semakin besar setelah Indonesia tampil impresif pada ASEAN Para Games 2025.

Kontingen Merah Putih berhasil finis di posisi kedua klasemen akhir dengan raihan 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu, jauh melampaui target awal yang hanya mematok 82 emas.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di level internasional.

"Terima kasih untuk para atlet, pelatih, ofisial, CDM, dan NPC yang telah mengerahkan upaya terbaik. Berkat kerja keras kalian, Indonesia berhasil mempertahankan nama sebagai salah satu negara yang mendominasi persaingan papan atas ASEAN Para Games," ujar Erick.

Cabang olahraga para atletik menjadi penyumbang medali emas terbanyak dengan 44 emas, disusul para renang 29 emas, para bulutangkis 12 emas, para catur 9 emas, serta para angkat berat 9 emas.

Dengan modal prestasi tersebut, Indonesia kini menatap Asian Para Games 2026 dengan optimisme tinggi untuk kembali mencetak prestasi dan memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan olahraga disabilitas di Asia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.