TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) bersama anggota DPR Papua Barat, Aloysius Paulus Siep, menggelar pertemuan dengan 16 koordinator wilayah (Korwil) di Asrama Jayawijaya kota studi Manokwari, Sabtu (6/6/2026).
Pertemuan yang dihadiripara orang tua mahasiswa ini digelar untuk membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Hadir pula para pembina, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta sejumlah pihak terkait.
Pantauan tribunpapuabarat.com, diskusi berjalan interaktif dengan berbagai pandangan dan masukan mengenai kondisi sosial di Manokwari.
Isu yang paling banyak disoroti adalah peredaran minuman beralkohol (minol) dan konflik sosial yang kerap memicu gangguan keamanan.
Aloysius menegaskan, kegiatan ini merupakan inisiatif bersama untuk memberikan pemahaman kepada seluruh Korwil IMPT mengenai situasi terkini, sehingga mahasiswa dapat berperan aktif menjaga kamtibmas.
Baca juga: Ketua Demisioner IMPT Ingatkan Pengurus Baru Jaga Persatuan Mahasiswa
“Pertemuan ini dilakukan agar seluruh korwil dapat melihat situasi yang terjadi saat ini dan bersama-sama menjaga kamtibmas di Kota Manokwari,” ujar Aloysius.
Ia mengingatkan mahasiswa agar menunjukkan sikap intelektual dalam menyelesaikan persoalan sosial.
Senior IMPT, Matius Oagai, menilai kasus kriminal di Manokwari paling sering dipicu oleh minuman beralkohol.
Ia menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan kepada mahasiswa, pemuda, dan masyarakat guna mencegah kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan konflik.
Sementara itu, Ketua IMPT, Nando Kayame, menambahkan bahwa insiden yang melibatkan masyarakat Pegunungan Tengah tidak selalu bermula dari anggota IMPT.
“Kami jarang membuat masalah terlebih dahulu. Terkadang pihak lain yang memicu, sehingga kami merespons,” katanya.
Meski demikian, ia mengimbau seluruh Korwil agar terus mengingatkan anggotanya menjaga keamanan bersama dan segera melapor kepada pengurus bila terjadi persoalan.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Suku sekaligus Ketua Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BP), Apner Itlay, akademisi Universitas Papua (Unipa) Stepanus Pakage, serta seluruh anggota IMPT di Manokwari.
Melalui forum ini, para peserta berharap tercipta kesadaran bersama untuk memperkuat komunikasi antar mahasiswa dan masyarakat, serta mencegah persoalan sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas di Manokwari.