Bulan Bung Karno, Film Ghost in the Cell Tembus 148 Negara, Simbol Kebangkitan Sinema Indonesia
Budi Sam Law Malau June 07, 2026 04:34 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Semangat Bung Karno kembali dihidupkan melalui layar lebar.

Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, komunitas Kulturanesia bersama Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDIP menggelar nonton bareng film Ghost in the Cell karya sutradara Joko Anwar di Metropole XXI, Kompleks Megaria, Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026).

Acara yang dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Kepala BKN PDIP Once Mekel, Krisdayanti, anggota DPR RI Banyu Biru Djarot, serta para pemain film seperti Aming Sugandhi itu menjadi lebih dari sekadar pemutaran film.

Momentum tersebut menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa karya anak bangsa kini semakin diperhitungkan dunia.

Film Ghost in the Cell mencatat pencapaian luar biasa.

Selain meraih hampir 4 juta penonton sejak tayang pada April lalu, hak distribusinya juga telah terjual ke 148 negara.

Capaian ini menjadi salah satu prestasi terbesar perfilman Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

"Ini prestasi yang luar biasa. Film ini sudah menembus 148 negara. Inilah yang membuat Indonesia menjadi anomali," ujar Rano Karno.

Menurut Rano, film dan seni memiliki hubungan erat dengan gagasan kebangsaan yang diwariskan Bung Karno.

Ia mengingatkan bahwa sang proklamator tidak pernah memandang seni hanya sebagai hiburan semata, melainkan sebagai alat perjuangan dan pembentukan karakter bangsa.

Baca juga: Dari Tempat Bung Karno Diasingkan, Gus Ipul Pimpin Upacara Kelahiran Pancasila

Sementara itu, Once Mekel menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat kebudayaan yang selama ini menjadi fondasi pemikiran Bung Karno.

"Budaya harus mengakar dari kehidupan masyarakat Indonesia, menjadi sumber persatuan, sekaligus mengangkat harkat dan martabat bangsa," kata Once.

Ia menambahkan, peringatan Bulan Bung Karno bukan hanya mengenang sosok sang pendiri bangsa, melainkan menjaga agar api perjuangan dan gagasannya tetap hidup di tengah generasi masa kini.

Kesuksesan film tersebut juga mendapat apresiasi dari Aming Sugandhi.

Pemeran dalam Ghost in the Cell itu mengaku bangga karena film lokal kini mampu menembus pasar internasional dan mendapat tempat di industri perfilman global.

"Film lokal semakin mendapat tempat di kancah perfilman dunia. Itu tidak akan terjadi tanpa dukungan masyarakat Indonesia," ujar Aming.

Menurut Once, pemilihan Ghost in the Cell sebagai film yang diputar dalam perayaan Bulan Bung Karno bukan tanpa alasan.

Selain memiliki kualitas sinematografi, skenario, dan akting yang kuat, film tersebut juga menghadirkan ruang-ruang kritis yang mendorong penonton untuk berpikir lebih dalam mengenai realitas sosial.

Krisdayanti turut mengapresiasi langkah BKN PDIP dan Kulturanesia yang menggelorakan semangat Trisakti Bung Karno melalui jalur kebudayaan.

Ia menilai keberhasilan film Indonesia menembus ratusan negara menjadi bukti bahwa identitas budaya bangsa mampu bersaing di panggung dunia.

Di tengah derasnya arus budaya global, keberhasilan Ghost in the Cell menjadi pesan kuat bahwa karya kreatif Indonesia tidak lagi sekadar menjadi penonton di negeri sendiri.

Film ini membuktikan bahwa ketika kreativitas, dukungan publik, dan semangat kebangsaan bertemu, karya anak bangsa mampu menembus batas-batas dunia.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.