Ribuan Pelaku Industri Padati IndoWood Expo 2026, Sinyal Kebangkitan Furnitur Indonesia
Wiwit Purwanto June 07, 2026 05:32 PM

 


SURYA.CO.ID SURABAYA – IndoWood Expo 2026 mencatatkan antusiasme tinggi dengan menarik 2.049 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan di Grand City Convention & Exhibition Surabaya.

Capaian ini menjadi sinyal positif meningkatnya optimisme industri furnitur dan pengolahan kayu nasional dalam menghadapi persaingan pasar global.

Pameran Indonesia Forestry and Woodworking Machinery Expo (IndoWood Expo) 2026 berlangsung pada 4–6 Juni 2026. Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, ajang ini kembali menjadi wadah strategis bagi pelaku industri furnitur, pengolahan kayu, dan mesin woodworking untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus mengakses teknologi terbaru.

Diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo, HIMKI, dan Pablo Publishing & Exhibition, pameran menghadirkan 45 brand dari delapan negara, di antaranya Indonesia, China, Jerman, Italia, Australia, dan Singapura.

Berbagai inovasi yang ditampilkan mencakup sektor woodworking machinery, woodworking tools and accessories, raw materials and supplies, surface treatment and finishing, hingga computer technology, innovations, and production software.

Baca juga: Pasar Furnitur Global Terus Tumbuh, Indonesia Punya Peluang Besar Kuasai Ekspor

General Manager Dyandra Promosindo, Topan Lazuardi, mengatakan penyelenggaraan IndoWood Expo merupakan bentuk komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan industri furnitur dan pengolahan kayu melalui penguatan jejaring bisnis serta transfer teknologi.

"Selama tiga hari pelaksanaan, IndoWood Expo 2026 berhasil menarik 2.049 pengunjung yang terdiri dari pelaku industri furnitur, manufaktur kayu, distributor, eksportir, desainer, akademisi, asosiasi, hingga pemangku kepentingan dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara," ujar Topan, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, tingginya jumlah pengunjung menunjukkan semakin besarnya perhatian pelaku industri terhadap pemanfaatan teknologi dan inovasi sebagai faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha.

"Melalui penyelenggaraan IndoWood Expo 2026 selama tiga hari ini, kami berharap pameran ini dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan industri nasional, baik melalui peningkatan kapasitas produksi, perluasan jejaring bisnis dan pasar internasional, maupun percepatan adopsi teknologi modern pada sektor furnitur, woodworking machinery, dan produk berbasis kayu Indonesia," ungkapnya.

Jadi Ajang Transformasi dan Kolaborasi Industri

Selain menghadirkan pameran teknologi dan mesin industri terkini, IndoWood Expo 2026 juga diramaikan berbagai kegiatan pendukung, mulai seminar industri bertajuk Furniture Industry Today – Efisiensi, Teknologi, dan Peluang Pasar, seminar aplikasi teknologi tepat guna untuk percepatan produksi furnitur, workshop teknologi finishing terkini, hingga kegiatan networking melalui IndoWood Night.

Baca juga: HIMKI Jatim Dorong Daya Saing Furnitur Lokal di Tengah Gempuran Produk Impor Murah

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menilai IndoWood Expo menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi industri furnitur dan kerajinan Indonesia agar semakin produktif, efisien, dan kompetitif.

"Persaingan global saat ini tidak lagi hanya antar perusahaan, melainkan antar ekosistem industri. Melalui IndoWood Expo, kami ingin mendorong pelaku industri untuk lebih siap menghadapi perubahan dengan memanfaatkan teknologi, meningkatkan efisiensi produksi, dan membangun kolaborasi yang lebih kuat di seluruh rantai nilai industri," ujarnya.

Direktur Pablo Publishing & Exhibition, William Pang, juga mengapresiasi seluruh peserta, mitra industri, asosiasi, dan pengunjung yang telah berkontribusi menyukseskan pameran tersebut.

"Kami melihat antusiasme yang sangat positif dari para peserta dan pengunjung sepanjang penyelenggaraan pameran. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan industri terhadap teknologi, inovasi, dan kolaborasi internasional terus meningkat. Kami berharap IndoWood Expo dapat terus menjadi jembatan yang menghubungkan pelaku industri Indonesia dengan perkembangan teknologi global dan peluang pasar internasional," ujarnya.

Kesuksesan IndoWood Expo 2026 semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu agenda penting industri woodworking dan furnitur nasional yang berkontribusi terhadap penguatan daya saing manufaktur, pengembangan ekosistem industri, serta pertumbuhan ekonomi berbasis ekspor.

Melanjutkan momentum positif tersebut, Dyandra Promosindo, HIMKI, dan Pablo Publishing & Exhibition memastikan IndoWood Expo 2027 akan kembali digelar pada 24–26 Juni 2027.

"Dengan semangat kolaborasi yang sama, penyelenggaraan tahun depan diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak inovasi, peluang bisnis, dan kolaborasi strategis yang mendukung pertumbuhan industri furnitur dan pengolahan kayu Indonesia secara berkelanjutan," kata William Pang.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.