Mahasiswa ULM Sulap Sampah Tandan Kosong Kelapa Sawit Jadi Kompos di Desa Hiyung Tapin
Ratino Taufik June 07, 2026 06:48 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi limbah perkebunan dilakukan tim dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin. 

Kegiatan tersebut berupa sosialisasi pemanfaatan limbah perkebunan dan peternakan sebagai pupuk organik untuk budidaya cabai hiyung, serta pelatihan pembuatan kompos dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). 

Petani Desa Hiyung, Junaidi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) yang dilaksanakan oleh dosen Universitas Lambung Mangkurat sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. 

Menurutnya, program yang dilaksanakan mengusung tema “Model Circular Agriculture dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengolahan Tandan Kosong Kelapa Sawit menjadi Kompos di Desa Hiyung, Tapin.”

"Acara sosialisasi pemanfaatan limbah perkebunan dan peternakan sebagai pupuk organik untuk budidaya cabai hiyung serta pelatihan pembuatan kompos TKKS merupakan kegiatan Program Dosen Wajib Mengabdi yang dilaksanakan oleh dosen Universitas Lambung Mangkurat," ujarnya, Minggu (7/6/2026). 

Baca juga: Evakuasi Bus yang Alami Kecelakaan, Akibat Gagal Menanjak di Tanjakan Desa Lumpangi Loksado HSS

Kegiatan tersebut diketuai oleh Dr. Afiah Hayati, SP., MP dengan anggota tim terdiri atas Prof. Bambang Joko P, Ir. Meldia Septiana, M.Si, Ir. Abdul Haris, M.Si, Ratna, SP., MP, serta Fani Aulia Diannastiti, SP., M.Sc.

Melalui program ini, para petani mendapatkan pengetahuan mengenai konsep circular agriculture atau pertanian sirkular, yakni memanfaatkan kembali limbah pertanian, perkebunan, dan peternakan menjadi produk yang bernilai guna, salah satunya pupuk organik.

Pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit menjadi kompos dinilai mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sekaligus menekan biaya produksi budidaya cabai hiyung yang menjadi komoditas unggulan Desa Hiyung. 

Selain melibatkan dosen, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat. 

Keterlibatan mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman lapangan mereka dalam mendampingi masyarakat serta menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

Diharapkan, melalui pelatihan tersebut para petani dapat mengembangkan produksi pupuk organik secara mandiri sehingga mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.