PENTAS x Weekend at Parapuar Hadirkan Senja, Budaya dan Musik Satu Panggung di Labuan Bajo
Alfons Nedabang June 07, 2026 07:43 PM

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO – Natas Parapuar kembali menjadi ruang perjumpaan budaya, kreativitas, dan pariwisata melalui penyelenggaraan PENTAS x Weekend at Parapuar (WAP) 2026 pada Sabtu sore (6/6/2026). 

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dalam mendukung terciptanya event yang berkualitas, berkelanjutan, serta memperkuat daya tarik wisata darat di Labuan Bajo.

PENTAS sendiri merupakan singkatan dari Pagelaran Event di Destinasi Prioritas, sebuah program Kementerian Pariwisata yang bertujuan memberikan ruang bagi pelaku seni, budaya, dan ekonomi kreatif untuk menampilkan karya terbaiknya kepada masyarakat dan wisatawan.

Mengusung konsep menikmati senja di kawasan Parapuar sambil menyaksikan pertunjukan seni budaya dan musik, event ini menghadirkan penyanyi asal Maluku, Justy Aldrin, sebagai bintang tamu utama. 

Suasana sore juga semakin semarak dengan penampilan Sanggar I Production melalui Tari Rangkuk Alu, pertunjukan Tari Caci oleh TK Pembina Labuan Bajo, serta alunan musik suling dari Embun yang mengiringi matahari terbenam di perbukitan Parapuar.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M. T. Marpaung, mengatakan bahwa kolaborasi antara BPOLBF dan Kementerian Pariwisata ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem event di Labuan Bajo yang tidak hanya berfokus pada destinasi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pelaku kreatif lokal.

"PENTAS x Weekend at Parapuar menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kami ingin Parapuar berkembang sebagai ruang publik yang hidup, tempat wisatawan dapat menikmati keindahan alam Labuan Bajo sekaligus berinteraksi dengan seni, budaya, dan kreativitas lokal. Event seperti ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif di Labuan Bajo Flores," ujar Andhy.

Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata, Eni Komiarti, menyampaikan bahwa kolaborasi ini lahir dari visi yang sama antara Kementerian Pariwisata dan BPOLBF untuk memperkuat industri event dan ekonomi kreatif di daerah.

"Kolaborasi PENTAS dan Weekend at Parapuar merupakan wujud komitmen bersama untuk memberikan ruang apresiasi sekaligus dukungan bagi para pelaku event pariwisata, seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo. Kami ingin tidak hanya destinasi yang dikenal luas, tetapi juga kekayaan budaya, seni pertunjukan, dan kreativitas masyarakat lokal yang ditampilkan melalui event-event berkualitas,"_ ujarnya.

Keterlibatan pelaku UMKM menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan event ini. Salah satu UMKM kuliner yang berpartisipasi, Kuliner Sekangku, mengaku merasakan dampak positif dari tingginya jumlah pengunjung yang hadir. Ia berharap Kementerian Pariwisata dan BPOLBF semakin sering menghadirkan event berbasis budaya dan terus melibatkan pelaku UMKM lokal sehingga usaha mereka bisa terus berkembang. 

Tidak hanya mendapat apresiasi dari masyarakat lokal, event ini juga meninggalkan kesan positif bagi wisatawan mancanegara. Salah seorang pengunjung asal Kanada, Bely, mengungkapkan kekagumannya terhadap pengalaman yang ia rasakan di Parapuar.

"Jika kalian ingin menikmati salah satu sisi terindah dari Manggarai Barat, inilah tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam, ditemani musik yang luar biasa dan budaya yang begitu kaya. Wajib dikunjungi!" ujar Bely dalam Bahasa Inggris.

Sementara itu, sebelum membawakan lagu-lagu andalannya, Justy Aldrin mengaku terpesona dengan panorama yang tersaji dari Natas Parapuar.

"Ini pertama kalinya beta nyanyi dengan view terindah. Ini sunset terbaik selama beta pung hidup," ujarnya yang langsung disambut antusias oleh para pengunjung.

PENTAS x Weekend at Parapuar 2026 berhasil menarik *1.044 pengunjung* yang terdiri dari wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara, dan masyarakat lokal. Selain menjadi ruang ekspresi dan hiburan, event ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dengan mencatat perputaran ekonomi sebesar Rp133 juta. 

Dampak tersebut tercermin dari keterlibatan para talent, penyedia jasa pendukung event, serta aktivitas transaksi UMKM selama kegiatan berlangsung.

Melalui kolaborasi ini, BPOLBF dan Kementerian Pariwisata berharap penyelenggaraan event-event kreatif berbasis budaya dan komunitas dapat terus berkembang sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan kelas dunia.

Demikian siaran pers yang diterima dari Kepala Divisi Komunikasi Publik Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Sisilia Lenita Jemana. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.