TRIBUNJAMBI.COM - Keberadaan industri hulu migas di daerah tidak hanya berkontribusi pada ketahanan energi nasional, tetapi juga membawa dampak kesejahteraan langsung bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.
Komitmen nyata ini terus dibuktikan oleh SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd. melalui program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang secara konsisten berfokus pada penguatan ekonomi pelaku UMKM lokal.
Salah satu bukti autentik dari wujud kepedulian tersebut menyasar pada industri kreatif tenun tradisional Songket Mak De di Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat. Di bawah binaan PetroChina, usaha yang digawangi oleh Nurfidah (Mak De) ini sukses ditransformasikan dari kerajinan berskala rumahan yang terbatas, menjadi produk unggulan daerah bernilai estetika dan ekonomi tinggi.
Bagi PetroChina, kontribusi kepada UMKM sekitar wilayah operasi tidak dilakukan setengah-setengah, melainkan lewat pendampingan terintegrasi dari hulu ke hilir.
Guna memodernisasi sarana kerja, Dukungan komitmen PetroChina kepada pelaku UMKM khususnya pengrajin songket Mak De berikan berupa bangunan 1 unit rumah produksi yang nyaman, serta memfasilitasi 2 unit alat tenun bukan mesin (ATBM) dan 1 unit mesin jahit. Sisi hilir atau pemasaran pun tak luput dari kepedulian perusahaan, dengan diserahkannya 2 unit lemari etalase pajangan serta 2 unit gantungan kain untuk meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen.
Tidak berhenti pada infrastruktur fisik, PetroChina juga menunjukkan kontribusi berkelanjutan dengan menyalurkan stok bahan baku premium dalam jumlah melimpah untuk menjaga roda produksi tetap berputar. Bantuan tersebut mencakup 34 rol benang sutra, 34 rol benang katun, 10 bungkus benang emas, hingga 3 bungkus pewarna benang.
Langkah strategis ini berhasil mengantarkan Nurfidah mengantongi sertifikasi profesi resmi sebagai perajin kain tenun songket yang diakui secara nasional.
"Alhamdulillah, kepedulian dan bantuan yang luar biasa dari CSR PetroChina ini membuat usaha kami berkembang pesat. Kapasitas produksi meningkat, kualitas benang semakin kokoh, dan hasil motif kain kami menjadi jauh lebih halus serta rapi," ungkap Nurfidah dengan penuh haru.
Baca juga: Lestarikan Tradisi, CSR SKK Migas - PetroChina Bawa Songket Mak De ke Panggung Kenegaraan
Berkat komitmen dan kontribusi masif dari PetroChina, Songket Mak De kini berhasil naik kelas secara terhormat. Kain tenun khas Desa Serdang Jaya ini terpilih dan digunakan sebagai busana utama dalam berbagai acara adat besar serta upacara kenegaraan resmi di tingkat Kabupaten Tanjab Barat.
Keberhasilan ini menjadi potret utuh bagaimana komitmen CSR SKK Migas - PetroChina mampu menciptakan multiplier effect (efek berganda) yang positif: merawat warisan budaya leluhur, memandirikan pelaku UMKM lokal, sekaligus menggerakkan urat nadi perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan secara berkelanjutan.
Agus, anak dari pemilik Songket Mak De, mengungkapkan bahwa dukungan yang diberikan PetroChina telah membantu perkembangan usaha keluarganya dalam beberapa tahun terakhir.
Bantuan tersebut tidak hanya berupa pembangunan galeri untuk memasarkan produk, tetapi juga penyediaan berbagai sarana penunjang produksi.
“PetroChina sudah banyak membantu kami. Mulai dari pembangunan galeri, etalase, mesin jahit, alat tenun, hingga perlengkapan pendukung lainnya,” ujar Agus saat ditemui di kediamannya. Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, keberadaan galeri dan peralatan usaha yang dirintis keluarganya kini mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Agus mengatakan, produk Songket Mak De selama ini banyak diminati oleh kalangan menengah ke atas. Bahkan, sejumlah instansi pemerintah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat kerap memesan songket untuk berbagai keperluan, termasuk kegiatan peringatan hari jadi daerah dan acara resmi lainnya.
“Beberapa kali ada pesanan dari lingkungan pemerintah daerah. ASN di Kuala Tungkal juga pernah memesan produk songket kami untuk berbagai kegiatan,” katanya.
Lebih dari sekadar bantuan materi, puncak kepedulian tertinggi PetroChina ditunjukkan melalui investasi jangka panjang pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Agus menyebut istrinya Marini yang merupakan perajin songket pernah difasilitasi mengikuti pelatihan kompetensi eksklusif di Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta guna memperoleh sertifikasi keterampilan.
Program tersebut dinilai sangat bermanfaat karena memberikan tambahan pengetahuan dan meningkatkan kompetensi para perajin dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing.
“Atas bantuan yang diberikan, kami sangat bersyukur. Alhamdulillah, PetroChina telah banyak membantu usaha kami untuk terus berkembang,” tutupnya.(*)