Masyarakat Keluhkan Harga Minyak Goreng Naik
tarso romli June 07, 2026 07:48 PM

 

Baca juga: Jelang Idul Adha, Harga Cabai dan Minyak Goreng di Pasar Induk Jakabaring Mulai Melejit

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Harga minyak goreng di pasaran belakangan ini terus mengalami kenaikan. Jika sebelumnya minyak goreng bermerek dijual sekitar Rp20.000 per liter, kini harganya menembus Rp23.000 hingga Rp25.000 per liter.

Sementara itu, untuk kemasan 2 liter, baik jenis refill maupun botol, harga jualnya kini dapat mencapai Rp50.000 per kemasan. Kenaikan tersebut telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir dan semakin membebani masyarakat.

Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok rumah tangga yang hampir setiap hari digunakan untuk memasak.

Karena itu, lonjakan harga komoditas ini cukup dirasakan oleh masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Tidak hanya minyak goreng premium, minyak goreng bersubsidi atau kemasan ekonomis seperti Minyakita juga mengalami kenaikan harga.

Jika sebelumnya dijual sekitar Rp16.000 hingga Rp17.000 per liter, kini di sejumlah pasar harganya mencapai Rp20.000 per liter.

Masyarakat pun mengeluhkan kondisi tersebut karena kenaikan harga tidak hanya terjadi pada minyak goreng.

Berbagai kebutuhan pokok lainnya juga ikut mengalami peningkatan harga, seperti bawang, ikan, ayam, daging, sayur-mayur, tahu, dan tempe.

Sejumlah faktor dinilai menjadi penyebab kenaikan harga tersebut.

Salah satunya adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berdampak pada rantai pasok dan biaya produksi.

Selain itu, kenaikan biaya operasional serta dampak dari naiknya harga bahan bakar turut mempengaruhi ongkos distribusi barang ke berbagai daerah.

Di sisi lain, industri juga menghadapi kenaikan harga bahan baku kemasan.

Harga plastik impor yang digunakan untuk kemasan pouch minyak goreng disebut mengalami peningkatan signifikan, sehingga biaya pengemasan menjadi lebih mahal.

Kondisi tersebut akhirnya ikut mendorong kenaikan harga jual minyak goreng di tingkat konsumen.

Masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng, agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan dapur sehari-hari dapat terpenuhi.

Penyebab Minyak Goreng Naik

Yulius Priansyah, SE Analis Perdagangan Ahli Muda di Disdag Palembang mengatakan salah satu alasan harga minyak goreng naik karena dampak naiknya harga plastik global.

Hal ini terjadi karena perang Iran vs Amerika yang berdampak pada isu global sehingga mempengaruhi biaya produksi produsen.

Harga plastik naik drastis bahkan nyaris mencapai 100 persen, sehingga dampaknya ongkos produksi juga naik.

"Harga plastik biasa naik drastis, apalagi plastik pembungkusan minyak ini lebih tebal dan biayanya juga lebihahal maka biaya pengemasan ikut naik yang berujung naiknya harga minyak," ujarnya.

Nilai Tukar Dolar Semakin Tinggi

Nilai tukar dolar Amerika Serikat yang terus menguat hingga menembus Rp18 ribu berdampak juga pada kenaikan harga berbagai barang di Indonesia.

Pengamat Ekonomi Universitas Sriwijaya, Dr Sukanto, menilai pelemahan rupiah membuat biaya impor bahan baku dan barang modal meningkat sehingga mendorong kenaikan biaya produksi industri.

Menurutnya, impor Indonesia masih didominasi bahan baku dan barang penolong. Ketika rupiah melemah, industri harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli kebutuhan produksi.

Kondisi ini memicu kenaikan harga barang di tingkat konsumen, sehingga daya beli masyarakat ikut tertekan.

Meski pelemahan rupiah memberi keuntungan bagi sektor ekspor karena harga komoditas seperti karet, sawit, kopi, dan lada menjadi lebih kompetitif, manfaat tersebut belum dirasakan secara merata.

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta menjaga stabilitas nilai tukar agar dampak negatif terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Baca juga: Rupiah Melemah, Harga Minyak Goreng dan Telur di Pasar Kuto Palembang Mulai Meroket

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.