TRIBUNJATIMTIMUR.COM. Pasuruan – Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil masa khidmat 2026–2031 yang berlangsung di Graha PCNU Bangil, Minggu (7/6/2026), menyisakan perhatian tersendiri.
Salah satu Mustasyar PCNU Bangil Dr KH Najib Syafi’i mengaku tidak menerima undangan resmi untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Padahal, pelantikan PCNU ini dihadiri sejumlah tokoh penting Nahdlatul Ulama, termasuk Rais Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU.
Kepada TribunJatimTimur.com, Gus Najib sapaan akrabnya, mengaku tidak menghadiri acara pelantikan karena tidak menerima undangan dari panitia maupun pengurus PCNU Bangil.
Baca juga: Tak Seperti Biasanya, Pelantikan PCNU Bangil Dihadiri Ketua Tanfidziyah dan Rais ‘Aam PBNU
Baca juga: Duet KH Abdul Qodir Syam dan Syaeful Bahar Resmi Pimpin PCNU Bondowoso Periode 2026-2031
“Kalau memang saya diundang, buktinya suratnya mana. Makanya saya tidak hadir,” kata Gus Najib saat ditemui usai kegiatan di Prigen.
Pada saat pelantikan berlangsung, Gus Najib memilih menghadiri sosialisasi program beasiswa gratis bagi 100 calon mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA).
Ia mengaku tidak mengetahui alasan dirinya tidak menerima undangan, meskipun namanya ada dalam susunan kepengurusan PCNU Bangil yang telah disahkan PBNU.
“Kalau memang tidak dianggap sebagai Mustasyar, lalu kenapa ketika ada persoalan kemarin saya yang dipanggil PWNU untuk ikut membantu menyelesaikan masalah,” ujarnya.
Berdasarkan Surat Keputusan PBNU Nomor 103/PB.01/A.II.01.45/99/04/2026 tentang Pengesahan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bangil Masa Khidmat 2026–2031, nama KH Najib Syafi’i tercantum dalam jajaran Mustasyar PCNU Bangil.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PCNU Bangil Eddy Supriyanto membantah adanya pengurus yang tidak diundang dalam pelantikan.
Menurutnya, seluruh jajaran pengurus telah diundang untuk menghadiri acara tersebut.
“Semua pengurus alhamdulillah hadir. Karena semuanya diundang,” kata Eddy usai mengikuti pelantikan.
Pernyataan berbeda antara salah satu Mustasyar dan Ketua PCNU Bangil tersebut menjadi perhatian tersendiri di tengah momentum pelantikan kepengurusan baru.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)