Kisah Pilu Keluarga di Bukit Tusam Bertahan Hidup dengan Makan Ubi
Budi Fatria June 07, 2026 09:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo, Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE – Sebuah rumah papan beratap seng dengan lantai semen berdiri di antara perkebunan kakao masyarakat Desa Empat Lima, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara. Rumah kecil itu dihuni oleh Dame Agustina (50), suaminya Asbiantoni, dan dua anak mereka yang masih berusia tiga dan lima tahun.

Suasana rumah tampak sunyi. Dua anak kecil bermain di teras, sementara sang ibu keluar dengan pakaian lusuh.

Keluarga ini sempat viral di media sosial karena harus makan ubi dan pepaya (kates) akibat tidak mampu membeli beras.

"Sehari kami hanya makan dua kali, kadang malah tidak makan kalau suami pulang membawa becak sewaan tanpa uang. Terpaksa kami makan ubi atau pepaya. Anak-anak kadang sakit mencret karena tidak makan nasi. Beginilah nasib kami,” ujar Dame Agustina kepada TribunGayo.com, Minggu (7/6/2026).

Sebelum tinggal di Desa Empat Lima selama 1,5 bulan terakhir, keluarga ini menetap bertahun-tahun di Desa Enmya Batu Dua Ratus, Kecamatan Lawe Sigala-gala.

Baca juga: Saluran Parit di Aceh Tenggara Masih Menumpuk Sedimen, Kinerja BPJN Aceh Dikritik Warga

Hidup mereka tetap sulit, hingga akhirnya pindah ke rumah murah di Desa Empat Lima.

Namun, getir kehidupan membuat mereka harus bertahan dengan ubi dan pepaya dari kebun warga sekitar.

“Kalau lapar dan tidak ada beras, saya ambil ubi di kebun orang. Setelah itu saya minta izin kepada pemiliknya. Kadang mereka tidak ada di ladang, sementara anak-anak butuh makan,” katanya.

Dame Agustina menambahkan, dirinya seorang muallaf sejak menikah dengan Asbiantoni. “Ini cobaan dari Allah agar kami sabar. Saya berharap ada bantuan untuk keluarga kami. Anak-anak pun belum bisa sekolah TK karena tidak ada biaya,” ujarnya.

Viral di Media Sosial

Kisah keluarga ini pertama kali mencuat lewat unggahan akun Facebook Wan Suryani. Video tersebut memperlihatkan kondisi ibu dan anak yang memprihatinkan, dengan pengakuan harus makan ubi dan pepaya karena tidak mampu membeli beras.

Dalam unggahan itu disebutkan keluarga berdomisili di salah satu desa di Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara.

Namun, belum ada keterangan resmi dari Camat setempat mengenai keberadaan keluarga miskin yang suaminya hanya berprofesi sebagai tukang becak sewaan.

Keterangan Tokoh Masyarakat

Informasi yang diperoleh TribunGayo.com menyebutkan, Dame Agustina, sebelumnya tinggal di Lawe Pakam, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara. Kini mereka menetap di Desa Empat Lima.

Tokoh masyarakat Bukit Tusam, Rudi Tarigan, membenarkan keberadaan keluarga tersebut.

"Mereka warga pendatang yang mengontrak rumah di Desa Empat Lima, tidak jauh dari rumah petugas pendamping PKH Dinas Sosial Aceh Tenggara. Kami sudah turun ke lokasi dan memastikan kondisi mereka,” ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.