Tarif Fantastis di Selat Hormuz, Iran Tarik Biaya Jutaan Dolar untuk Kapal Asing
Ansari Hasyim June 08, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini berimbas langsung pada ongkos pelayaran. Kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dilaporkan harus membayar biaya layanan maritim baru dengan tarif rata-rata US$1,5 juta hingga US$2 juta per lintasan.

Kebijakan ini dikonfirmasi Mohsen Zanganeh, anggota Komisi Perencanaan dan Anggaran parlemen Iran, seperti dikutip Fars News Agency pada Minggu.

Menurutnya, skema tersebut dijalankan oleh badan khusus hasil kerja sama dengan Kementerian Ekonomi dan berada di bawah pengawasan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Baca juga: Timur Tengah Memanas, AS Cegat Enam Rudal Iran dan Balas Serang Situs Radar

Menariknya, tidak semua pembayaran dilakukan secara tunai. Sebagian diselesaikan melalui barang dan jasa, bahkan aset kripto seperti Tether, termasuk mekanisme barter.

Seluruh pemasukan masuk ke kas negara dan dibelanjakan sesuai anggaran nasional.

Langkah ini muncul seiring rencana pemerintah Iran mengembangkan kerangka regulasi tarif bagi kapal yang transit, diklaim untuk keselamatan maritim dan layanan lingkungan. Analis ekonomi memperkirakan potensi pemasukan tahunan bisa mencapai US$7,5 miliar.

Namun, mereka menegaskan nilai utama Selat Hormuz bukan pada pendapatan langsung, melainkan posisi strategisnya bagi energi global.

Data International Energy Agency menyebut, penutupan total Selat Hormuz berpotensi menghilangkan sekitar 16 juta barel minyak per hari dari pasar dunia.

Jalur ini menjadi titik transit sekitar 20 persen pengiriman minyak dan LNG global, dan dalam beberapa bulan terakhir mengalami gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Situasi memburuk setelah Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) membatasi akses bagi pihak yang mereka sebut agresor dan sekutunya, menyusul serangan Amerika Serikat–Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Dalam respons lanjutan, Teheran membentuk Otoritas Selat Teluk Persia, lembaga baru yang bertugas memeriksa kapal dan muatan, sekaligus mencegah negara bermusuhan memanfaatkan Selat tersebut.

Iran menyatakan siap melonggarkan pembatasan secara bertahap jika mendapat jaminan tegas bahwa serangan tidak berlanjut dan sanksi serta blokade pelabuhan oleh Washington dicabut.

Meski demikian, pejabat Iran menegaskan kondisi pelayaran tidak akan kembali seperti sebelum perang.

Pembatasan akan tetap diberlakukan bagi kapal yang dimiliki atau berafiliasi dengan negara-negara bermusuhan, menandai babak baru kontrol Iran atas salah satu jalur energi terpenting di dunia.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.