Jakarta (ANTARA) - Atlet panjat tebing Indonesia Putra Tri Ramadani mencetak sejarah sebagai atlet Indonesia pertama yang berhasil menyabet emas dari nomor lead pada World Climbing Series, tepatnya di seri Praha 2026, Ceko, Senin dini hari WIB.
Putra, yang akrab disapa Srondeng, membukukan skor 43 untuk menjadi yang terbaik di final lead putra seri dunia tersebut.
"Srondeng membuat sejarah," kata manajer timnas Panjat Tebing Indonesia Wahyu Pristiawan Buntoro, saat dihubungi dari Jakarta.
Di Praha, Putra berhasil mengalahkan pemanjat andalan Jepang yang menjadi langganan juara yakni Neo Suzuki yang mencetak skor 39.
Sementara peringkat ketiga, ditempati oleh wakil Austria Jakob Schubert dengan skor 37.
Putra bertarung sengit dengan atlet-atlet terbaik dunia penguasa peringkat atas disiplin lead.
Namun, hal itu tak menyurutkan tekadnya untuk mengeluarkan semua kemampuan terbaik. Upaya kerasnya membuahkan hasil dengan memastikan emas untuk Indonesia dalam ajang tersebut.
Pada kualifikasi, dia mampu masuk delapan besar sehingga berhak melanjutkan ke babak final.
Saat itu, Putra mampu mengumpulkan skor 37+ dan menduduki peringkat ketiga di semifinal. Sementara peringkat pertama diduduki Sorato Anraku dari Jepang dengan skor 38+, serta posisi kedua diduduki Neo Suzuki dengan skor 38+.
Sebelum seri Praha, dia juga pernah masuk babak final World Climbing Series Koper, Slovenia, pada 5-6 September 2025.
Namun saat itu Putra belum berhasil membawa pulang medali karena berada di peringkat keenam dengan skor 40+.





