TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemkot kini mengkaji pembangunan pagar dan penangkaran agar puluhan rusa di kawasan wisata tersebut tidak lagi berkeliaran bebas hingga menjangkau area sampah pengunjung.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengatakan langkah penataan tengah dibahas agar rusa tetap dapat hidup nyaman, namun dengan ruang gerak yang lebih teratur.
“Masih kami kaji lebih lanjut. Yang penting seluruh rusanya sehat. Kalau nanti kita tangkarkan, kita beri ruang untuk hidup bebas. Cuma lebih dibatasi mobilitasnya agar tidak sampai kemana-mana,” ungkapnya saat ditemui usai meninjau Taman Sriwedari, Sabtu (06/062026).
Saat ini terdapat sedikitnya 31 ekor rusa yang hidup di kawasan Taman Sriwedari.
Keberadaan rusa-rusa tersebut selama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang datang bersama keluarga.
Banyak pengunjung sengaja datang untuk memberi makan rusa secara langsung. Namun kondisi itu juga memunculkan persoalan baru, terutama ketika hewan-hewan tersebut mulai menjangkau area sampah.
Baca juga: BREAKING NEWS PSIS Semarang Resmi Rekrut Kembali Hari Nur Yulianto untuk Musim 2026/2027
“Tadi sempat kami diskusikan di rapat kecil, ada 31 rusa yang hidup di Kawasan Taman Sriwedari. Banyak masukan dari kondisi yang ada ini, termasuk perlunya ada penangkaran supaya tidak berjalan ke mana-mana,” terangnya.
Astrid menegaskan penataan kawasan diperlukan agar kenyamanan pengunjung maupun kondisi hewan tetap terjaga.
Selain penangkaran, kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian utama pemerintah kota.
“Masyarakat ramai sekali berjalan bersama keluarga. Tinggal ditata dengan lebih baik lagi supaya rusa ini di tempat yang aman, nyaman, dan lingkungan yang bersih,” jelasnya.
Ia memastikan kondisi seluruh rusa hingga saat ini masih sehat.
Pengelola kawasan juga rutin memberikan pakan setiap pagi hari. Sementara pada sore hari, rusa biasanya mendapat tambahan makanan dari para pengunjung yang datang.
“Dari pengelola sudah memberikan sehari sekali. Mungkin kemarin melihat dari sisi bobot ada yang kecil, sedang, dan besar.
Tapi secara umum kita pastikan semua sehat,” terangnya.
Selain pengaturan area rusa, Pemkot Solo juga mulai membahas standarisasi tempat sampah di kawasan wisata tersebut.
Nantinya tempat sampah akan dibuat lebih tertutup agar tidak mudah dijangkau hewan.
“Untuk standarisasi tempat sampah juga menjadi pembahasan. Tidak terbuka dan tidak gampang dijangkau hewan dalam hal ini rusa. Semua masyarakat tidak sulit menemukan tempat sampah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Maretha Dinar Cahyono, mengatakan pihaknya telah mengantongi izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah terkait penangkaran rusa di Sriwedari.
Pemantauan kesehatan hewan juga dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh rusa dalam kondisi baik.
“Ada yang melahirkan kemudian juga ada yang sakit kami koordinasikan ke Dinas Ketahanan Pangan kemudian mereka menindaklanjuti untuk periksa rusa yang ada di sini. Kami melaporkan 3 bulan sekali ke BKSDA,” jelasnya. (amd)