Gempa Bumi 7,7 Senin Pagi, Warga Minahasa Utara: Seperti di atas Kapal dengan Lautan Berombak
Imam Saputro June 08, 2026 09:29 AM

TRIBUNPALU.COM – Gempa bumi Magnitudo 7,7 guncang wilayah sekitar Sulawesi Utara, warga: Rasanya seperti berada di atas kapal dengan lautan berombak.

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pulau Karatung, Sulawesi Utara dan sekitarnya, BMKG keluarkan peringatan dini gelombang tsunami di daerah ini.

Gempa 7,7 ini terjadi Senin 8 Juni 2026 pukul 06.37.42 WIB.

Guncangan kuat yang terjadi sekitar pukul 07.37 Wita itu memicu kepanikan warga di sejumlah daerah, sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah di Indonesia timur.

Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pada koordinat 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur dengan kedalaman 105 kilometer.

Pusat gempa berada sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di berbagai wilayah, mulai dari Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, Bolaang Mongondow hingga wilayah kepulauan seperti Talaud dan Sangihe.

Kesaksian Warga Terdampak Gempa

Di Kabupaten Minahasa Utara, gempa membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Di Perumahan Kawangkoan Baru, Desa Kalawat, Kecamatan Kalawat, suasana mendadak ramai setelah warga merasakan guncangan yang cukup kuat.

Grace, salah seorang warga, mengaku sedang mencuci piring saat gempa terjadi. Ia merasakan tubuhnya oleng akibat getaran yang berlangsung beberapa saat.

"Rasanya seperti berada di atas kapal dengan lautan berombak," kata Grace.

Menurutnya, sang anak langsung mengajaknya keluar rumah begitu merasakan guncangan.

Saat berada di luar, ia melihat banyak tetangga juga berkumpul di lorong perumahan sambil membicarakan gempa yang baru saja terjadi.

Kesaksian lain datang dari Roy, warga setempat yang mengaku menyadari adanya gempa setelah melihat sepeda motor miliknya bergerak sendiri akibat getaran.

"Saya langsung insting, ini ada gempa. Langsung saya lari keluar," ujarnya.

Setelah guncangan mereda dan kondisi mulai tenang, Roy kembali masuk ke rumah dan memanjatkan doa untuk keselamatan masyarakat Sulawesi Utara.

"Semoga Tuhan melindungi Sulut," katanya.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta informasi resmi BMKG terkait perkembangan situasi dan potensi dampak lanjutan.

Pihak berwenang juga mengimbau warga yang berada di wilayah pesisir untuk memperhatikan peringatan dini tsunami dan segera melakukan evakuasi apabila diperlukan sesuai arahan petugas.BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami di beberapa daerah.

Tsunami Telah Terdeteksi Berdasarkan Pengamatan Muka Air Laut

Lokasi (Lat, Lon) Waktu Ketinggian (m)
LOLODA-HALMAHERABARAT(1.67, 127.58) 8 Jun 202607:20 WIB 0.09
MELONGUANE-KEPULUANTALAUD(3.99, 126.67) 8 Jun 202607:27 WIB 0.19
ULUSIAU-SITARO(2.73, 125.41) 8 Jun 202607:27 WIB 0.18

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

Pascagempa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah: GORONTALO, KALTIM, MALUT, SULTENG, SULUT

Ini daftar wilayah yang mendapatkan peringatan dini tsunami:

Status Provinsi Wilayah Terdampak Waktu Peringatan (WIB)
SIAGA Sulawesi Utara Kepulauan Sangihe 06:49:27
SIAGA Sulawesi Utara Kepulauan Talaud 06:59:12
SIAGA Sulawesi Utara Kota Manado 07:09:57
SIAGA Sulawesi Utara Minahasa Utara (Bagian Utara) 07:09:57
SIAGA Sulawesi Utara Minahasa (Bagian Utara) 07:12:27
SIAGA Sulawesi Utara Kepulauan Minahasa 07:13:42
SIAGA Sulawesi Utara Minahasa Selatan (Bagian Utara) 07:14:57
SIAGA Sulawesi Utara Kota Bitung 07:17:12
SIAGA Sulawesi Utara Bolaang Mongondow (Bagian Utara) 07:19:42
SIAGA Gorontalo Gorontalo (Bagian Utara) 07:24:27
SIAGA Sulawesi Tengah Buol 07:25:12
SIAGA Sulawesi Tengah Toli-Toli 07:27:27
SIAGA Sulawesi Utara Minahasa Utara (Bagian Selatan) 07:31:27
SIAGA Sulawesi Utara Minahasa (Bagian Selatan) 07:32:27
SIAGA Sulawesi Tengah Donggala (Bagian Utara) 07:40:27
SIAGA Maluku Utara Kota Ternate 07:41:42
SIAGA Sulawesi Tengah Kota Palu (Bagian Barat) 08:14:42
WASPADA Maluku Utara Halmahera 07:26:57
WASPADA Maluku Utara Halmahera Utara 07:31:42
WASPADA Sulawesi Utara Minahasa Selatan (Bagian Selatan) 07:40:42
WASPADA Kalimantan Timur Kutai Timur 07:42:42
WASPADA Kalimantan Timur Berau 07:43:57
WASPADA Sulawesi Utara Bolaang Mongondow (Bagian Selatan) 07:44:42
WASPADA Maluku Utara Kota Tidore 07:45:12
WASPADA Gorontalo Bone Bolango 08:02:57
WASPADA Kalimantan Timur Bulungan 08:04:57
WASPADA Sulawesi Tengah Donggala (Bagian Barat) 08:06:42
WASPADA Kalimantan Timur Nunukan 08:13:42
WASPADA Kalimantan Timur Kota Bontang 08:27:27
WASPADA Kalimantan Timur Kota Tarakan 08:27:57
  • AWAS: Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status "Awas" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi menyeluruh.
  • SIAGA: Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status "Siaga" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi.
  • WASPADA:Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status "Waspada" diharap memperhatikan dan menjauhi pantai dan tepian sungai.

Gempa dengan magnitudo besar tersebut dinilai berpotensi memicu gelombang tsunami, sehingga masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap siaga dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan. 

Masyarakat diimbau tidak panik, namun tetap waspada serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Gempa bumi dengan kekuatan besar seperti ini menjadi pengingat akan tingginya aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Utara yang berada di jalur cincin api Pasifik. 

Skala MMI Gempa

Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), berikut info MMI dari BMKG:

I MMI

Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran atau guncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI

Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.

Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI

Pada saat siang hari, dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.

Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Semua orang di rumah keluar.

Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.

Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.

Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

(TribunPalu/Tribun Manado)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.