Oleh: Pastor Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Senin 8 Juni 2026.
Tema renungan Katolik “bahagia menjadi pengikut Kristus".
Renungan Katolik untuk hari Senin Biasa X, Santo William Uskup: Teladan Iman dan Kerendahan Hati, Santa Maria Droste zu Vischering: Rasul Hati Kudus, dengan warna liturgi hijau.
Adapun bacaan liturgi katolik hari Senin 8 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 8 Juni 2026, Manusia Terus Mencari Kebahagiaan
“Elia melayani Tuhan, Allah Israel .”
Sekali peristiwa, Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, berkata kepada Raja Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel , yang kulayani, tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.”
Kemudian Tuhan bersabda kepada Elia, “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana .”
Maka ia pergi dan berbuat seperti disabdakan Tuhan. Ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur Sungai Yordan. 17:6 Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 121:1-2.3-4.5-6.7-8
Refren: Hanya Engkaulah Tuhan Allahku dan harapan untuk hidupku.
Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolongan bagiku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sungguh, tidak akan terlelap dan tidak akan tertidur Penjaga Israel .
Tuhan penjagamu, Tuhan naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak akan menyakiti engkau pada waktu siang, tidak pula bulan pada waktu malam.
Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu dan sekarang sampai selama-lamanya.
Bait Pengantar Injil Mat 5:12a
Bersukacita dan bergembiralah,karena besarlah ganjaranmu di surga.
Bacaan Injil Mat 5:1-12
“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.”
Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit, sebab melihat orang banyak. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka,
“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kalian, jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga, sebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Bahagia menjadi pengikut Kristus"
Sabda Bahagia yang disampaikan Yesus dalam Injil hari ini menghadirkan cara pandang yang berbeda dari dunia. Dunia sering menganggap bahagia berarti memiliki kekayaan, kekuasaan, popularitas, dan kenyamanan. Namun Yesus mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari hubungan yang dekat dengan Allah dan dari hidup yang mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Surga.
“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah” mengajak kita untuk menyadari bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan. Sikap rendah hati dan ketergantungan kepada Allah membuat hati kita terbuka menerima rahmat-Nya.
“Berbahagialah orang yang berdukacita” mengingatkan bahwa Tuhan tidak meninggalkan mereka yang sedang mengalami penderitaan, kehilangan, atau pergumulan hidup. Allah hadir sebagai sumber penghiburan dan kekuatan.
Yesus juga memuji orang yang lemah lembut, murah hati, suci hati, dan membawa damai. Dalam situasi dunia yang sering diwarnai konflik, persaingan, dan sikap mementingkan diri sendiri, para murid Kristus dipanggil menjadi pembawa kasih, pengampunan, dan perdamaian.
Sabda Bahagia bukan sekadar janji untuk masa depan, melainkan jalan hidup yang harus diwujudkan setiap hari. Ketika kita memilih kejujuran meskipun merugikan diri sendiri, mengampuni saat disakiti, membantu mereka yang membutuhkan, serta tetap setia kepada Kristus di tengah tantangan, saat itulah kita sedang berjalan menuju kebahagiaan sejati.
Hari ini, Yesus mengundang kita untuk memeriksa hati: apakah kebahagiaan yang kita cari berasal dari dunia atau dari Allah? Kebahagiaan yang ditawarkan dunia bersifat sementara, sedangkan kebahagiaan yang berasal dari Tuhan membawa damai yang mendalam dan mengantar kita kepada kehidupan kekal.
Refleksi
1. Nilai Sabda Bahagia mana yang paling perlu saya hidupi saat ini?
2. Apakah saya tetap percaya kepada Tuhan ketika menghadapi kesulitan dan penderitaan?
3. Bagaimana saya dapat menjadi pembawa damai dan kasih di keluarga, lingkungan, dan komunitas saya?
Doa
Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk menemukan kebahagiaan sejati dalam mengikuti-Mu. Bentuklah hati kami agar rendah hati, murah hati, suci, dan menjadi pembawa damai. Kuatkan kami untuk tetap setia pada kebenaran meskipun menghadapi tantangan dan penderitaan. Semoga melalui hidup kami, semakin banyak orang mengalami kasih dan kehadiran-Mu. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).