Grid.ID - Dedi Mulyadi kini mulai waspadai darurat sampah yang ada di Jawa Barat. Sang gubernur mulai percepat pembangunan TPPAS Legok Nangka.
Belum lama ini, tepatnya pada Kamis (4/6/2026), Dedi Mulyadi memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan serta Mitigasi Dampak Kemarau Panjang di Jawa Barat tahun 2026. Rapat ini digelar di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD).
Selain Dedi, rapat juga dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani. Kemudian, seluruh bupati dan wali kota dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat juga mengikuti rapat secara langsung.
Bahas Persoalan Utama Sampah di Jawa Barat
Pria yang akrab disapa KDM ini menyebut dua persoalan utama yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satunya yakni penumpukan sampah akibat kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang diperkirakan hanya mampu menampung sampah selama enam bulan ke depan.
Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditangani melalui langkah konkret agar nantinya tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Ia juga membahas mengenai kapasitas TPA utama di Jawa Barat yang semakin terbatas.
"Kota dan Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat terancam tidak dapat membuang sampah ke Sarimukti yang bakal penuh 6 bulan ke depan. Sehingga perlu berbagai upaya pengurangan pembuangan sampah dan pengurangan sampah eksisting yang menumpuk di TPA. Salah satunya melalui teknologi yang dipakai TNI," ujar Dedi, dikutip dari Tribun Jabar.
Menurut Dedi, langkah pengurangan volume sampah harus dilakukan secara bersamaan, baik dengan menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPA maupun mengurangi timbunan sampah yang telah ada. Dalam jangka pendek, pemerintah daerah diminta mengintensifkan sosialisasi pengurangan sampah dari tingkat rumah tangga.
"Provinsi fokus di tiga hal pada APBD perubahan yakni jalan desa, PJU desa dan air bersih serta pengelolaan sampah," tuturnya.
Dedi Mulyadi Percepat Pembangunan TPPAS Legok Nangka
Mengatasi permasalahan sampah di Bandung Raya, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka akan dipercepat. Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Kerja Sama Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) TPPAS Legok Nangka.
“TPPAS Regional Legok Nangka akan mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pembuangan akhir yang telah mengalami keterbatasan kapasitas," ujar Dedi, dikutip dari Kompas.com.
Darurat sampah yang ada di Jawa Barat membuat Dedi Mulyadi turun tangan. Ia menyoroti kapasitas tempat pembuangan hingga yang terbaru mempercepat pembangunan TPPAS Legok Nangka.