Update Kasus Pembunuhan Bidan di Situbondo, Suami Hantam Korban Pakai Batu
Khistian Tauqid June 08, 2026 10:40 AM

TRIBUNBATAM.id - Seorang tenaga kesehatan yang bertugas sebagai bidan di RSU Besuki, Murtafia Rafika Dewi (34), ditemukan meninggal dunia setelah dianiaya secara keji oleh suaminya sendiri yang berinisial R.

Peristiwa tragis ini terjadi di tepi jalan raya utama Pantura wilayah Situbondo, Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Selimat, membeberkan kronologi pembunuhan sadis tersebut. 

Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat menerima hantaman keras di bagian wajah secara berulang kali dari pelaku. 

Tidak hanya itu, pelaku juga menggunakan batu untuk memukul korban.

Benturan keras dari batu ke kepala korban tersebut diduga kuat menjadi penyebab utama kematian bidan berusia 34 tahun ini. 

Setelah melakukan aksi kejinya, pelaku berusaha menyembunyikan jasad korban di dalam parit drainase kawasan Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo.

Jasad korban baru dievakuasi pada Sabtu (6/6/2026) malam. 

Saat ditemukan, posisi jenazah berada di dalam selokan dengan kondisi sengaja ditutupi potongan batang pohon untuk menyembunyikan jejak kejahatan.

"Sejumlah barang bukti diamankan saat olah TKP oleh tim inafis bersama Polsek dan Tim Resmob di lokasi ditemukan jasadnya tersebut," kata Selimat dikutip dari Tribunnews, Senin (8/6/2026).

Motif Pembunuhan

Tidak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk menangkap pelaku utama pembunuhan ini. 

Tersangka R, yang merupakan suami korban, langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Situbondo sejak Minggu (7/6/2026) pagi sekitar pukul 05.00 WIB untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Saat ini, R tengah menjalani interogasi secara mendalam oleh tim penyidik Satreskrim Polres Situbondo. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi mengonfirmasi adanya masalah asmara yang melatarbelakangi tindakan nekat pelaku.

"Untuk motif, pelaku nekat menghabisi istrinya dipicu persoalan cemburu," kata AKP Selimat.

Baca juga: Motif Pembunuhan Bidan di Situbondo, Suami Sembunyikan Mayat di Drainase

Hingga saat ini, aparat penegak hukum masih menunggu dokumen resmi mengenai penyebab pasti kematian korban dari otoritas medis. 

Pemeriksaan bedah mayat (autopsi) terhadap jenazah korban diketahui sudah selesai dikerjakan oleh tim ahli forensik RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo.

"Namun, hasilnya masih belum keluar," tambahnya.

Sosok yang Ramah dan Santun

Kepergian Murtafia yang mendadak menyisakan kesedihan mendalam bagi lingkungan tempatnya bekerja di RSU Besuki. 

Rekan-rekan sejawat korban tampak hadir mendampingi dan mengawal prosesi pemindahan jenazah menuju kamar mayat RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo.

Sulis, salah satu teman mendiang, mengenang korban sebagai figur yang hangat, beretika, serta selalu menunjukkan sikap santun sewaktu berinteraksi dengan sesama pegawai di tempat kerja. 

Walau baru menjalin pertemanan selama beberapa bulan, Sulis bersaksi bahwa Murtafia memiliki pembawaan yang sangat tenang dan tutur kata yang lembut.

"Pokoknya orang baik-baik sekali," ujar Sulis saat menunggu di ruang jenazah RSU Abdoer Rahem Situbondo, Minggu (7/6/2026) dini hari.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.