TRIBUNBATAM.id - Misteri kasus pembunuhan di Sragen disertai aksi perampokan yang menewaskan bocah berusia 11 tahun, Bilqis Rajiansyah, masih belum terpecahkan.
Pihak kepolisian terus bergerak cepat melakukan pendalaman demi mengungkap tabir kematian tragis yang terjadi di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen tersebut.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari turun langsung memimpin olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ulang di rumah korban.
Langkah ini diambil menyusul besarnya perhatian publik terhadap kasus yang menggegerkan warga Bumi Sukowati ini.
Kapolres Sragen bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Sragen didampingi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah tiba di lokasi kejadian pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Proses rekonstruksi dan pemeriksaan ulang tersebut berlangsung secara tertutup selama hampir dua jam di dalam kediaman korban yang terletak di Dukuh Bromo Asri, Desa Dawung.
Rumah sederhana bercorak kayu khas pedesaan Jawa tersebut kembali dipenuhi oleh personel kepolisian yang menyisir setiap sudut ruangan secara detail.
"Kami masih melakukan pendalaman, dari reskrim umum Polsek, Polres, dan Polda Jateng membantu kami di lapangan," kata Dewiana, Minggu (7/6/2026).
AKBP Dewiana menegaskan bahwa agenda olah TKP susulan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada satu pun alat bukti atau petunjuk yang terlewatkan.
Termasuk melakukan pelacakan terhadap jejak digital yang berkaitan dengan aktivitas korban sebelum meninggal dunia.
"Kami melakukan olah TKP ulang hari ini, kami coba lebih rigid kembali untuk menemukan bukti-bukti pentunjuk lainnya, serta kami akan periksa jejak digital maupun yang terkait korban kita cek semua," kata dia.
Kronologi Penemuan Jasad Korban dan Kesaksian Kepala Desa
Peristiwa memilukan yang memperparah catatan kasus pembunuhan di Sragen ini pertama kali mencuat pada Jumat (5/6/2026) sore.
Jasad Bilqis ditemukan pertama kali oleh sang ibu, Dewi Sri Lestari (34), sekitar pukul 16.00 WIB seusai pulang bekerja dari pabrik rokok.
Saat kejadian, korban diketahui berada sendirian di rumah lantaran kedua orang tuanya tengah bekerja.
"Ibunya pulang dari kerja dari pabrik rokok pulang histeris, kemudian warga mulai berdatangan," kata Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto.
Sebelum ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan, Aris membeberkan bahwa Bilqis sempat memiliki rencana bersama teman-teman sebayanya untuk pergi membeli jilbab bersama.
"Pulangnya jam 10 pagi, teman-temannya sempat janjian dengan korban untuk beli jilbab," kata Aris.
Nahas, hingga batas waktu yang disepakati sekitar pukul 11.00 WIB, korban tidak kunjung menampakkan diri di lokasi pertemuan.
Rekan-rekan korban sempat berusaha menghubungi melalui sambungan telepon, namun tidak mendapatkan respons.
"Namun jam 11 siang kok nggak datang-datang, kemudian ditelepon cuma berdering dan akhirnya ditinggal," kata dia.
Baca juga: Ibu Kandung Diduga Aniaya Balita hingga Tewas di Banjarbaru, Tante Lihat Luka Bakar di Tubuh Korban
Kesaksian Memilukan Sang Ibu
Detik-detik penemuan jasad korban menyisakan trauma mendalam bagi keluarga.
Dewi, ibu kandung korban, menceritakan bahwa saat pertama kali melangkah masuk ke dalam kamar, tubuh anaknya masih tertutup rapat oleh selembar selimut.
Hal tersebut membuatnya sempat mengira sang anak hanya sedang tertidur pulas.
Namun, kecurigaan Dewi mulai muncul tatkala matanya menangkap adanya noda merah yang mencurigakan di sekitar area tempat tidur.
"Saat saya buka, saya melihat ada darah di bagian kaki dan seprainya," ujar Dewi.
Isak tangis pun pecah ketika Dewi membalikkan tubuh buah hatinya. Ia mendapati putri kecilnya telah kehilangan nyawa dengan luka parah akibat hantaman senjata tajam di beberapa bagian tubuh sensitif.
"Saat saya membaringkan, wajahnya sudah rusak karena dibacok. Jarinya ada yang terpotong dan di lengan juga ada luka. Kemudian saya nyalakan lampu," tuturnya.
Seketika itu juga, Dewi langsung berlari keluar rumah sembari berteriak histeris meminta pertolongan.
Sayangnya, posisi geografis rumah yang cukup terisolasi dan sepi membuat jeritan pilu sang ibu sempat tidak terdengar oleh tetangga sekitar.
"Setelah itu saya keluar minta tolong warga, tetapi tidak ada yang dengar dan tidak ada yang keluar," katanya.
Update Penyelidikan Polres Sragen
Hingga kini, jajaran Satreskrim Polres Sragen bersama Ditreskrimum Polda Jateng terus menggeber proses penyelidikan secara intensif.
Guna mengumpulkan benang merah dari tragedi pembunuhan Bilqis Sragen ini, polisi setidaknya telah memeriksa tiga orang saksi awal.
Jumlah saksi tersebut diproyeksikan akan terus bertambah seiring dengan pengembangan penyelidikan di lapangan.
Pihak kepolisian berkomitmen penuh mengerahkan segala sumber daya demi segera mengidentifikasi dan meringkus pelaku di balik aksi keji pembunuhan disertai perampokan ini.
(TribunBatam.id)